Oct 30th 2023, 09:38, by Andreas Gerry Tuwo, kumparanNEWS
Bandara di Dagestan, Rusia. Foto: Shutterstock
Massa di Degestan Rusia menerobos airport setempat pada Minggu (29/10). Mereka mencari warga Israel dan Yahudi.
Tindakan itu dilakukan usai rumor sebuah pesawat dari Israel mendarat di Dagestan. Aksi massa terkait perang antara Israel dan Hamas yang pecah di Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu.
Dagestan merupakan salah satu wilayah mayoritas Muslim di Negeri Beruang Merah.
Atas aksi tersebut Gubernur Dagestan menegaskan, siapa saja bertanggung jawab akan diseret ke meja hijau.
Laporan media Rusia seperti RT dan Izvestia saat kejadian terdapat puluhan orang menerobos ke dalam airport. Sembari meneriakkan takbir massa menerobos pintu masuk dan pembatas.
Badan aviasi Rusia, Rosaviatsiya, membenarkan kejadian di Dagestan. Kejadian tersebut menyebabkan penerbangan masuk dan keluar terpaksa ditutup.
Aparat keamanan tambahan juga dikerahkan untuk mengendalikan situasi.
"Situasi sekarang sudah terkendali," kata seorang pejabat setempat seperti dikutip dari AFP.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, memberikan keterangan terkait hasil pemilihan umum Israel di markas partai Likud di Yerusalem,Israel, Rabu (24/3). Foto: Ronen Zvulun/REUTERS
Pernyataan Kementerian Kesehatan Dagestan, aksi massa menyebabkan beberapa orang terluka. Namun, jumlah pasti korban belum diungkap.
Sementara itu, penutupan bandara di Dagestan akan diberlakukan sampai 6 November 2023 mendatang.
Peristiwa di Dagestan direspons Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia meminta Pemerintah Rusia mengambil langkah pencegahan kekerasan terhadap warga Yahudi dan Israel.
"Israel berharap Rusia melindungi semua warga Israel dan seluruh umat Yahudi," tegas Netanyahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar