Search This Blog

Project S: Ancaman atau Peluang?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Project S: Ancaman atau Peluang?
Aug 2nd 2023, 20:32, by Muhammad Izzul Hakim, Muhammad Izzul Hakim

Ilustrasi TikTok. Foto: Shutterstock
Ilustrasi TikTok. Foto: Shutterstock

Dunia maya sedang dikejutkan dengan kemunculan Project S. Pasalnya, hal tersebut menimbulkan kecemasan bagi pelaku UMKM di Indonesia khususnya pelaku UMKM yang melakukan aktivitasnya melalui Tiktok. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi dan apakah dampak-dampak yang ditimbulkan dengan kemunculan Project S ini khususnya bagi UMKM digital di Indonesia?

Project S merupakan sarana niaga elektronik yang diciptakan oleh perusahaan induk dari Tiktok, yaitu Bytedance. Project S berdiri pada bulan Juni tahun 2023 di Inggris. Project S dapat menjual barang dagangannya secara langsung kepada konsumen dari berbagai negara atau lintas negara, seperti halnya aplikasi Amazon. Hal tersebut berbeda dengan Tiktokshop, di mana Tiktokshop merupakan wadah bagi pelaku-pelaku UMKM untuk menjual barang dagangannya. Sedangkan Project S hanya menjual barang dagangannya secara independen.

Saat ini, Project S sudah diterapkan di negara Inggris. Salah satu metode yang digunakan dalam penjualan pada aplikasi tersebut adalah melalui China. Project S menganalisis dan membaca produk-produk yang terlaris di Inggris, lalu, melalui penjualan Tiktok mengirim barang tersebut dari China. Jika hal tersebut diterapkan di Indonesia, maka dapat mengancam sektor UMKM yang saat ini beroperasi.

Melansir data dari Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) pada tahun 2018, angka atau jumlah pelaku UMKM mencapai 64,2 juta di mana sebesar 99,99% dari seluruh pelaku usaha di Indonesia. Selain itu, kontribusi UMKM bagi perekonomian di Indonesia berdampak pada terbukanya lapangan-lapangan pekerjaan serta berdampak pada produk domestik bruto (PDB).

Tercatat kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional sebesar 61,1% dan sisanya yaitu 38,9% adalah pelaku usaha besar. Dapat dilihat dari data tersebut, UMKM sangat berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian di Indonesia.

UMKM merupakan bagian penting di Indonesia dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan PDB. Bahkan menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM), jumlah daya serap tenaga kerja pada UMKM mencapai angka 117 juta pekerja atau 97% dari daya serap tenaga kerja di Indonesia.

Dilihat dari potensinya, Tiktok merupakan media yang banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara dengan pengguna aktif pada aplikasi Tiktok di dunia dengan pengguna mencapai 99 juta. Sementara itu di urutan pertama disusul dengan negara Amerika Serikat (AS). Oleh karena itu, potensi yang dihasilkan dari aplikasi Tiktok sangat besar di Indonesia apalagi dengan munculnya Tiktokshop. Tiktokshop sendiri membantu mempermudah para pelaku UMKM dalam menjual barang dagangannya secara digital.

Kemunculan Project S di dunia perdagangan menjadi ancaman terhadap pelaku UMKM di Indonesia khususnya di media online seperti Tiktok jika hal tersebut sudah diterapkan. Apalagi jika dilihat dengan pengguna aktif Tiktok di Indonesia yang menempati posisi kedua di dunia tersebut, hal itu dapat berdampak besar pada pelaku UMKM di Indonesia. Sedangkan, Indonesia merupakan negara yang bergantung pada sektor UMKM.

Dari dampak-dampak tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan adanya Project S, kondisi UMKM di Indonesia akan terancam. Jika hal tersebut terjadi, UMKM sebagai salah satu sektor yang menyumbang hal-hal seperti daya serap tenaga kerja dan peningkatan produk domestik bruto (PDB) akan menurun. Hal tersebut dapat terjadi karena produk-produk yang dijual dari Project S tersebut berasal dari China. Sedangkan seperti yang kita ketahui, untuk menunjang perekonomian negara, mencintai dan membeli produk dalam negeri adalah salah satu hal yang dapat dilakukan.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus mendukung pelaku-pelaku UMKM. Karena dengan meningkatnya UMKM di Indonesia, hal tersebut dapat meningkatkan perekonomian negara. Selain itu, kita perlu mencintai produk-produk yang dihasilkan dari anak bangsa. Karena dengan begitu, secara tidak langsung kita berkontribusi pada kemajuan ekonomi di Indonesia.

Media files:
01gdhzgt7vm9v2tctrts4jscd0.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar