Aug 2nd 2023, 20:18, by Fachrul Irwinsyah, kumparanNEWS
Ayah Sultan Rifat, Fatih (tengah), bersama kuasa hukum, Tegar Putuhena (paling kiri), datang ke Polda Metro Jaya untuk buat laporan polisi atas kasus yang menimpa anaknya. Foto: Thomas Bosco/kumparan
Sultan Rifat Alfatih, korban insiden kabel menjuntai di Jalan Antasari, Jakarta Selatan, sempat ditawarkan uang Rp 2 miliar dari PT Bali Towerindo Sentra sebagai kompensasi. Hal ini diungkapkan kuasa hukum keluarga korban, Tegar Putuhena.
Menurut Tegar uang kompensasi itu ditawarkan beberapa waktu lalu usai cerita insiden Sultan viral. Namun uang itu ditolak karena pihak perusahaan dinilai tidak memiliki itikad baik, sebab uang itu disampaikan oleh pengacara bukan direksi perusahaan langsung.
"Itu terjadi beberapa hari yang lalu setelah berita ini viral. Datang itu bukan Bali Tower-nya, dia tunjuk pengacaranya kemudian menawarkan uang," ujar Tegar kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (2/8).
Cara itu dinilai keluarga Sultan menghina kondisi korban.
"Saya mau bilang begini kenapa itu ditolak oleh korban, karena itu sangat menyakitkan sangat menghina rasa kemanusiaan kita semua," terang Tegar.
Tuntutan Keluarga Korban ke Perusahaan
Pengendara melintas di dekat tumpukan kabel jaringan utilitas di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Senin (5/6/2023). Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Kompensasi menjadi tuntutan yang disampaikan keluarga. Namun, sebelum membicarakan kompensasi, keluarga meminta pihak perusahaan lebih dulu meminta maaf dan mengakui kesalahannya.
"Jadi pertanggungjawaban yang kita minta itu tadi ngaku salah terbuka dan minta maaf secara terbuka. Kemudian baru bicara kompensasi dan sebagainya," tegas Tegar di Polda Metro, Rabu (2/8).
Selain itu, Ayah Sultan, Fatih, meminta juga pihak manajerial perusahaan untuk duduk bersama dengan pihaknya. Untuk membahas hal-hal yang berupa fakta dan data dari peristiwa nahas yang menimpa anaknya itu.
"Khususnya data dan fakta sebelum kecelakaan karena ini penting. Setelah kecelakaan seperti apa dampaknya. Tenggorokannya ini berantakan, rontok. Saluran napas dan makan putus. Ini penting. Ini semua data yang bisa diberikan foto dan video juga terkait resume dari media rs fatmawati. Setelah bicara data baru kita bicara faktanya," jelas Fatih kepada wartawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar