Aug 4th 2023, 20:49, by Ahmad Muhajir, Ahmad Muhajir
Ketua PGRI Provinsi Bengkulu, Dr Haryadi SPd MM MSi dan rekan saat menjenguk Zaharman di RS AR Bunda Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Foto: Dok. Istimewa
Di balik serangkaian capaian dan mimpi yang membara, tersemat seorang pahlawan tanpa tanda jasa yang tak kenal lelah berjuang di garis depan pembangunan karakter dan intelektual bangsa: guru di Indonesia. Namun, sayangnya, nasib mereka tak jarang menghadirkan secercah pahit di antara manisnya pengabdian. Bagaimana mungkin mereka, sosok cemerlang yang menentramkan jiwa anak bangsa dengan ilmu dan kebaikan, terpaksa menempuh perjalanan sulit dengan luka tak terlihat di relung hati?
Para guru, seperti sebatang lilin kecil yang tegar di tengah kegelapan, berupaya menerangi kehidupan generasi penerus bangsa. Menghadapi beragam tantangan dan keterbatasan, mereka tetap bertekad membimbing murid-muridnya untuk tumbuh dan berkembang dengan penuh cinta kasih.
Namun, tak dapat dipungkiri bahwa perjalanan seorang guru di negeri ini tak jarang tertutupi kabut pahit yang mengadang kecerahan cahayanya. Rendahnya taraf hidup dan keterbatasan fasilitas menjadi kawan setia yang senantiasa menyertai langkah-langkah guru. Dalam suasana yang memprihatinkan ini, mereka harus berperan ganda sebagai pendidik dan teladan, sembari mengarungi lautan penderitaan dengan ceria dan ikhlas.
Tanpa disadari, ujian itu semakin menjadi-jadi ketika semangat dan dedikasi mereka tak kunjung diakui sebagaimana mestinya. Penghargaan yang setimpal kerap menyusut seperti tetesan air di tengah gurun pasir. Gaji yang tak sebanding dengan tanggung jawabnya mencerminkan betapa rendahnya prioritas pemerintah terhadap para pahlawan pendidik. Bagaimana mungkin, di tengah aspirasi mewujudkan sumber daya manusia berkualitas, seorang guru harus meratap di pojok kelam, menuntut hak yang mestinya menjadi sesuatu yang tak diragukan lagi?
Kita dituntut untuk merenung, seolah-olah negara ini telah lupa bahwa tanpa seorang guru, bakiru bangsa takkan pernah dapat terbang tinggi menuju cita-cita luhur. Hanya dengan mendaulat para pendidik dengan penghargaan dan kesejahteraan yang layak, kita dapat menggugah semangat para guru untuk terus mencurahkan kasih sayangnya dan memberi pendidikan terbaik bagi anak bangsa.
Janganlah kita melupakan peran penting guru dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berbudi pekerti. Marilah kita bersama-sama, seperti sinar mentari pagi yang mengusir kegelapan, memancarkan cinta tanpa batas kepada para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Tanamkanlah dalam hati kita, bahwa mereka adalah aset berharga yang tak tergantikan bagi masa depan bangsa ini.
Peliharalah nasib guru di Indonesia, bukan hanya dalam retorika manis, tetapi dalam tindakan nyata. Jadikanlah mereka tonggak kejayaan pendidikan dan pemersatu semangat kebangsaan. Hanya dengan cinta dan penghargaan, kita bisa melangkah maju sebagai bangsa yang berdaya saing, bermartabat, dan bermoral tinggi.
Sekarang, adalah saatnya untuk bersatu tangan, menjadi suara bagi mereka yang bergumul dalam keheningan, demi mengubah nasib guru di Indonesia dari pahit menjadi manis, dari duka menjadi kebahagiaan. Mari, mari bersama-sama kita berjuang untuk menggapai mimpi yang tak terlukiskan, dengan semangat cinta tanpa batas kepada mereka yang tak pernah lelah berjuang untuk kita, para guru di Indonesia.
Mari jadikan perjuangan mereka sebagai cermin perjuangan kita, dengan harapan satu hari nanti, cerita ini berubah menjadi legenda inspiratif bagi para penerus kita. Karena di balik setiap senyum anak bangsa yang gemilang, tersemat kehadiran cinta yang tak terbatas dari guru di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar