Search This Blog

Guru Tertipu oleh ChatGPT

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Guru Tertipu oleh ChatGPT
Jun 2nd 2023, 17:36, by Tantan Hadian, Tantan Hadian

Siswa sedang mengerjakan soal ujian. Foto: Dokumen pribadi
Siswa sedang mengerjakan soal ujian. Foto: Dokumen pribadi

Hari itu adalah hari selasa, saya mendapatkan tugas mengawas ujian di sekolah tempat saya ngajar. Seperti biasa sebelum ujian dimulai saya mengkondisikan siswa terlebih dahulu supaya ujian berjalan aman, tertib, lancar dan siswa nyaman dalam melaksanakan ujian.

Di sela-sela mengawas ujian tentunya saya tidak melulu melototin siswa. Selain akan membuat siswa tegang dalam melaksanakan ujian, juga tentunya membuat saya sebagai pengawas merasakan kelelahan dan bosan. Dalam suasana yang hening saya membuka laptop, dan saya ajak ngobrol teman saya yang namanya ChatGPT.

Dimulai dengan percakapan pembuka oleh saya,

Saya:"Hai, selamat pagi, bisakah kamu buatkan aku puisi?'

dengan hitungan detik teman saya menjawab,

ChatGPT: "tentu, puisi apa yang ingin kamu buat",

Waaah… Teman saya ini memang luar biasa. Di tengah kebosanan saya mengawas, dia mau menemani dan membantu saya untuk membuatkan sebuah puisi.

"Tolong buatkan saya puisi dengan tema 'mengawas ujian di siang hari'"

ChatGPT: "Tentu, ini adalah puisi dengan judul mengawas ujian di siang hari"

Di siang yang terik dan panas membara,

Aku duduk dengan hati yang letih terjaga.

Mengawasi ujian dengan mata yang tak lelah,

Penat merayap dalam tubuh, sungguh tak terbendung.

Kerumunan murid duduk berjajar rapi,

Mereka bertarung melawan soal yang tajam dan taji.

Namun di balik layar, aku, penjaga kesucian,

Menjaga integritas ujian dengan tulus dan sabar.

Mataku terus memandang, tak boleh lengah sedikit pun,

Menjaga agar kecurangan tak berkecambah dalam lumut hati nurani.

Tapi penat mulai merayap di dalam diriku,

Seakan menggerogoti kekuatan yang tersisa.

Dalam senyap dan kesunyian, waktu berlalu perlahan,

Hari berganti, matahari semakin menjulang tinggi di angkasa.

Namun di balik meja pengawas, aku terus berdiri,

Meski letih merayap, aku tetap tegar bertahan.

Keringat mengalir di dahi yang letih,

Mimpi untuk beristirahat menari di dalam benakku.

Namun tanggung jawab mengikatku dalam ikatan yang kuat,

Mengawasi ujian hingga detik terakhir waktu berputar.

Meski penat melanda, aku tak berkecil hati,

Karena di balik lelah ini terkandung sebuah arti.

Mengawasi ujian adalah tugas yang mulia,

Menjaga keadilan, kejujuran, dan kemuliaan.

Hari beranjak senja, ujian pun berakhir,

Aku meraih napas lega, penatku terasa terhempas.

Meski badanku letih dan perasaan penat menyergap,

Tapi dalam hatiku, ada kebanggaan yang tak tergantikan.

Karena mengawasi ujian di siang hari yang terik,

Adalah tugas yang kusebutkan dengan bangga dan ikhlas.

Penat mungkin hadir, tapi rasa puas takkan hilang,

Karena aku telah berperan menjaga keadilan dan kebenaran.

Itulah puisi yang dibuat oleh teman saya, hanya kurang lebih 10 detik ia berhasil membuat puisi yang begitu indah, tidak lupa kemudian saya mengucapkan terima kasih kepada teman saya tadi.

Saya: "Terima kasih sudah membuatkan saya puisi"

ChatGPT: "Sama-sama, tidak ada masalah! Jika Anda memiliki pertanyaan lain atau membutuhkan bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya. Saya di sini untuk membantu!"

Bahasa yang begitu sopan. Jarang sebagai manusia ketika diminta bantuan dengan cepat dan sukarela tanpa pamrih untuk membantu sesama manusia, dan mengucapkan kesiapannya kembali untuk membantu jika diperlukan.

Suasana ujian waktu itu sedikit riuh, 30 menit lagi ujian pelajaran kedua mau selesai. Anak-anak seperti biasanya sudah mulai mencari insfirasi jawaban dari teman-temannya yang sudah selesai. Saya coba keliling untuk mengecek apakah mereka selesai mengerjakan atau belum, dan sedikit menegur mereka yang toleh kiri kanan.

Suasana kelas kembali normal, yang tadinya sudah riuh, dengan putaran dua keliling saja mereka sudah tidak berani lagi ngobrol atau menanyakan jawaban ke temannya.

Saya coba buka lagi laptop saya, saya copy puisi yang teman saya buat, kemudian saya share di grup WhatsApp teman-teman guru, dengan nada bercanda saya bilang "selamat menikmati".

Beragam tanggapan dari teman-teman saya, yang jelas secara umum mereka kagum dan terheran-heran atas puisi yang saya share. Dalam benak mereka tergambar berapa lama saya membuat puisi sebagus itu. Lantas, kapan saya belajar puisinya ya?

Tidak sampai di sana saja, ketika bel istirahat berbunyi saya kembali ke ruangan panitia. Sontak teman-teman saya menyapa saya, dan mengucapkan kekagumannya. Saya hanya tersenyum saja, dan masih menyembunyikan rahasia puisi yang saya share.

Itulah sekelumit cerita, saya tidak bermaksud untuk mengelabui rekan-rekan guru, membuat kejutan yang tidak pernah sebelumnya saya lakukan, dan hal itu sungguh di luar kompetensi saya untuk membuat suatu puisi yang bagus.

Pertanyaan yang ada dalam benak saya kemudian, bagaimana kalau guru-guru memberikan tugas rumah kepada siswa-siswanya, sementara siswanya sudah lihai menggunakan ChatGPT? Akankah guru-guru tertipu seperti mereka tertipu oleh saya dalam membuat puisi?

Dalam hitungan detik, siswa sudah selesai mengerjakan tugas dari guru dengan hasil yang maksimal. Lalu bagaimana guru menilainya? Apakah tujuan penugasan tersebut tercapai atau tidak?

Bersumber dari berbagai media, ChatGPT sudah banyak diuji dalam mengikuti ujian, salah satunya ChatGPT mendapatkan skor yang sangat baik ketika diuji pada ujian akhir program Magister Bisnis Administrasi (MBA), uji kompetensi medis, dan ujian profesi pengacara sesuai standar di Amerika Serikat.

Bahkan, ChatGPT pernah dipakai ujian komprehensif mahasiswa program doctoral, dan hasilnya sangat memuaskan. Bukan ChatGPT yang salah, namun manusia lah yang seharusnya memegang kendali ChatGPT tersebut, sehingga tidak diselewengkan penggunaannya.

Di dunia pendidikan, guru dan dosen seharusnya lebih memahami teknologi yang berkaitan dengan pendidikan termasuk teknologi AI ChatGPT. Sehingga teknologi sebagai tools dalam pembelajaran dapat digunakan untuk membantu mereka dalam melaksanakan pembelajaran.

Media files:
01h1xj7pxkhrp10f9fmykxsjya.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar