Apr 9th 2023, 18:20, by Hedi Malliwang, kumparanNEWS
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022 di Jakarta, Jumat (9/12/2022). Foto: Dok. KPK
Plt juru bicara KPK, Ali Fikri, membenarkan adanya audiensi sejumlah penyidik dan penyelidik dari kepolisian yang dipekerjakan di KPK dengan Firli Bahuri dkk. Audiensi itu disebut untuk mempertanyakan dasar pemberhentian Brigjen Endar Priantoro sebagai Direktur Penyelidikan KPK.
Audiensi itu diwarnai walk out dari para penyidik. Mereka tidak puas dengan penjelasan Firli Bahuri yang dinilai tak menerangkan apa-apa.
Tapi momen walk out itu tak disinggung Ali. Ia hanya membenarkan soal adanya pertemuan antara sejumlah pegawai dan pimpinan KPK.
"Pimpinan KPK, betul pada Selasa (4/4) telah bertemu dan membuka ruang diskusi bersama segenap pegawai yang bersumber dari Polri," kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/4).
Ali menjelaskan, pertemuan itu bertujuan meluruskan dinamika informasi yang berkembang baik di internal maupun eksternal. Ali tak menyebut spesifik terkait pemberhentian Endar Priantoro.
"Pertemuan tersebut juga sebagai lanjutan penjelasan sebelumnya yang telah disampaikan kepada seluruh insan KPK melalui email internal," ungkap Ali.
Juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/5/2022). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Kata Ali, forum itu dimaksudkan agar pemberantasan korupsi tetap dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Sebagai upaya KPK meyakinkan publik melalui kerja-kerja nyata pemberantasan korupsi.
Ali berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh narasi-narasi pihak tertentu terkait dinamika yang terjadi di internal KPK. Pemberantasan korupsi adalah ihwal yang utama, kata Ali.
"Kami akan terus melakukan penguatan soliditas internal dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat agar memastikan pemberantasan korupsi tetap dapat kita lakukan bersama," imbuh Ali
Sebelumnya, tersebar rekaman suara antara Firli Bahuri dan salah satu pegawai KPK dari kepolisian. Dalam rekaman itu, pegawai itu tegas meminta agar Endar Priantoro tetap dipertahankan di KPK dan dibiarkan menjalankan tugas-tugasnya sebagai Dirlidik.
Karena merasa tak mendapatkan jawaban dari Firli Bahuri, mereka pun meninggal forum alias walk out.
Informasi dihimpun kumparan, audiensi turut dihadiri pimpinan KPK lain seperti Nurul Ghufron, Johanis Tanak serta tim Biro Hukum KPK.
Namun, tidak ada titik terang dalam audiensi tersebut. Para polisi itu tidak puas dengan jawaban Pimpinan KPK maupun Biro Hukum.
Audiensi itu pun berakhir dengan walk out para polisi yang berjumlah sekitar 15 orang. Merasa tidak diberikan ruang dialog, mereka langsung berdiri dan keluar.
Seorang pimpinan KPK dikabarkan sempat mengancam soal sanksi atas sikap para polisi itu. Namun, mereka tetap meninggalkan lokasi pertemuan.
Selain walk out dikabarkan juga ada aksi mogok kerja usai pencopotan Endar Priantoro. Sejumlah pegawai mempertanyakan pemberhentian tersebut.
Mereka menilai pemberhentian itu tanpa dasar. Sebab sudah ada surat perpanjangan tugas dari Kapolri dan telah dikirimkan ke pimpinan KPK dua hari sebelum SK pemberhentian diteken.
Kini, polemik pemberhentian Endar ini masuk di meja Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Endar Priantoro melaporkan Firli Bahuri dan Sekjen KPK Cahaya H. Harefa atas dugaan pelanggaran etik terkait prinsip akuntabilitas.
Lewat Dewas juga Endar ingin menguji keabsahan pemberhentian dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar