Search This Blog

Hampir 90% Warga Provinsi Henan di China Terinfeksi COVID-19

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Hampir 90% Warga Provinsi Henan di China Terinfeksi COVID-19
Jan 9th 2023, 14:02, by Jemima Shalimar, kumparanNEWS

Pasien berbaring di tempat tidur dan tandu di lorong di unit gawat darurat rumah sakit, di tengah wabah COVID-19 di Shanghai, China, Rabu (4/1/2022). Foto: Staff/REUTERS
Pasien berbaring di tempat tidur dan tandu di lorong di unit gawat darurat rumah sakit, di tengah wabah COVID-19 di Shanghai, China, Rabu (4/1/2022). Foto: Staff/REUTERS

Hingga 89 persen orang dari 99,4 juta penduduk Provinsi Henan di China terinfeksi COVID-19 per Jumat (6/1).

Wilayah tengah ini merupakan provinsi terpadat ketiga di China. Mengingat populasinya, 88,5 juta orang mungkin terinfeksi di Henan.

Data tersebut diungkap Direktur Komisi Kesehatan Henan, Kan Quancheng, pada Senin (9/1). Kan menerangkan, lonjakan pasien yang berkunjung ke klinik demam memuncak pada 19 Desember 2022.

"Setelah itu menunjukkan tren penurunan yang berkelanjutan," tambah dia, dikutip dari AFP, Senin (9/1).

Pembatasan ketat COVID-19 memicu salah satu kerusuhan terburuk dalam beberapa tahun terakhir di China pada November 2022.

Dalam unjuk rasa nasional, ratusan orang turun ke jalan untuk menentang aturan lockdown dan tes corona wajib. Pemerintah akhirnya beralih dari pendekatan tanpa toleransi.

Pihak berwenang mencabut lockdown, karantina, tes corona massal yang telah berlaku selama bertahun-tahun. Sejak saat itu, China bergulat melawan ledakan infeksi COVID-19.

Permintaan untuk alat uji dan obat-obatan pun melonjak. Bulan lalu, otoritas mengambil alih jalur produksi belasan perusahaan farmasi.

Orang-orang mengantre di apotek untuk membeli obat sata wabah COVID-19 berlanjut, di Beijing, China, Selasa (6/12/2022). Foto: Thomas Peter/REUTERS
Orang-orang mengantre di apotek untuk membeli obat sata wabah COVID-19 berlanjut, di Beijing, China, Selasa (6/12/2022). Foto: Thomas Peter/REUTERS

Walau begitu, Beijing bertekad untuk melanjutkan langkahnya.

Pemerintah setempat mencabut aturan wajib karantina wajib untuk semua kedatangan internasional dan membuka perbatasannya dengan Hong Kong pada Minggu (8/1).

Padahal, infeksi corona diperkirakan akan melonjak ketika China merayakan Tahun Baru Imlek pada akhir Januari.

Selama hari raya tersebut, jutaan orang diprediksi akan melakukan perjalanan dari kota-kota besar untuk mengunjungi kerabat lanjut usia yang rentan terkena infeksi di pedesaan.

Dalam gelombang pertama perjalanan pra-liburan, 34,7 juta orang melakukan perjalanan domestik pada Sabtu (7/1).

Angka ini naik lebih dari sepertiga dibandingkan tahun lalu,.

Data resmi pada pekan lalu membeberkan, hanya ada 120.000 kasus infeksi corona dan 30 kasus kematian akibat corona sejak China melonggarkan pembatasan COVID-19.

Namun, China telah mempersempit definisi seputar kematian akibat COVID-19, serta tidak lagi mewajibkan tes corona massal. Alhasil, data resmi tidak mencerminkan kenyataan di lapangan.

Media files:
01gnyf6effq6zhdk932y776efn.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar