Search This Blog

Turis Tak Lagi Bisa Ikut Ujian Bahasa Jepang JLPT

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Turis Tak Lagi Bisa Ikut Ujian Bahasa Jepang JLPT
Feb 24th 2026, 09:13 by kumparanTRAVEL

Ilustrasi turis di Jepang. Foto: Shutterstock
Ilustrasi turis di Jepang. Foto: Shutterstock

Pemerintah Jepang akan memberlakukan aturan baru terkait pelaksanaan ujian bahasa Jepang. Mulai 2026, turis yang berkunjung ke Jepang tidak lagi diperbolehkan mengikuti ujian Japanese-Language Proficiency Test (JLPT).

Dilansir Japan Times, kebijakan ini diumumkan oleh penyelenggara ujian, yaitu Japan Educational Exchanges and Services (JEES) dan Japan Foundation, yang selama ini mengelola tes kemampuan bahasa Jepang terbesar di dunia tersebut.

Dalam aturan baru, peserta yang ingin mengikuti JLPT di Jepang pada prinsipnya harus memiliki status tinggal menengah hingga jangka panjang atau status penduduk tetap khusus sesuai sistem manajemen imigrasi Jepang. Saat mendaftar, peserta juga wajib mencantumkan nomor kartu residensi serta masa berlaku kartu tersebut.

Alasan Aturan Diperketat

Ilustrasi di Jepang. Foto: Shutterstock
Ilustrasi di Jepang. Foto: Shutterstock

Menurut penyelenggara, perubahan kebijakan ini dilakukan karena berbagai masalah administratif yang muncul dari peserta luar negeri yang mengikuti ujian di Jepang.

Beberapa pelamar diketahui menggunakan alamat di Jepang tanpa izin atau memberikan nomor telepon yang tidak valid. Hal ini menyulitkan panitia dalam mengirimkan voucher ujian, laporan nilai resmi, serta menghubungi peserta secara langsung.

"Untuk memastikan administrasi ujian berjalan dengan baik, syarat tambahan ini perlu diberlakukan," kata pihak penyelenggara.

Ujian Bahasa Jepang Terbesar di Dunia

Ilustrasi visa Jepang. Foto: Ammily CP/Shutterstock
Ilustrasi visa Jepang. Foto: Ammily CP/Shutterstock

JLPT sendiri merupakan ujian kemampuan bahasa Jepang bagi penutur non-native yang pertama kali diperkenalkan pada 1984. Tes ini mengukur kemampuan membaca dan mendengarkan bahasa Jepang.

Pada 2024, jumlah peserta JLPT mencapai 1,47 juta orang, menjadi angka tertinggi sejak ujian tersebut diperkenalkan.

Tes ini diselenggarakan di seluruh 47 prefektur di Jepang serta di puluhan lokasi di luar negeri. Umumnya ujian diadakan dua kali setahun, yaitu pada Juli dan Desember, meski beberapa negara hanya menyelenggarakannya sekali dalam setahun.

Turis Tak Lagi Bisa Daftar

 Ilustrasi jasa sewa nenek di Jepang. Foto: Shutterstock
Ilustrasi jasa sewa nenek di Jepang. Foto: Shutterstock

Sebelumnya, hingga 2025, siapa pun yang bukan penutur asli bahasa Jepang dapat mengikuti JLPT di Jepang, termasuk pengunjung dengan visa turis atau pengunjung jangka pendek.

Namun mulai 2026, peserta yang tidak memiliki kartu residensi umumnya tidak akan diperbolehkan mendaftar, meskipun mereka sedang berada di Jepang saat ujian berlangsung.

Meski demikian, penyelenggara menyebut ada beberapa kelompok tanpa kartu residensi yang tetap dapat mengikuti JLPT di Jepang. Di antaranya:

  • Orang yang telah memperoleh kewarganegaraan Jepang tetapi bahasa ibunya bukan bahasa Jepang

  • Individu yang mendapat izin tinggal sementara

  • Pihak yang berada di bawah perjanjian pasukan Amerika Serikat–Jepang atau PBB

  • Pemegang status tinggal Diplomat atau Official

Media files:
01jxvs7td8y55x048k4gvecg0e.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar