Aktris Sarwendah bercerita tentang perayaan Tahun Baru Imlek yang berbeda tahun ini. Ia masih berada dalam masa berkabung setelah kepergian sang ayah, Hendrik Lo alias Yeye, yang meninggal dunia pada 19 Juli 2025. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
Aktris Sarwendah bercerita tentang perayaan Tahun Baru Imlek yang berbeda tahun ini. Ia masih berada dalam masa berkabung setelah kepergian sang ayah, Hendrik Lo alias Yeye, yang meninggal dunia pada 19 Juli 2025.
Oleh karena itu, perayaan Imlek kali ini digelar secara sederhana dan hanya dihadiri keluarga terdekat.
"Imlek hari ini senang ngumpul bareng keluarga. Enggak ada acara yang kayak gimana, enggak boleh ada perayaan terlalu gimana-gimana karena kebetulan kan Yeye belum sampai satu tahun," kata Sarwendah di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (17/2).
Berbeda dengan Imlek yang biasanya identik dengan angpao dan pakaian serba merah, Sarwendah mengaku ada sejumlah penyesuaian yang harus dilakukan karena masih dalam masa berkabung.
"Udah nanya sana-sini (soal bagi-bagi angpao), katanya boleh, tapi enggak boleh pakai amplop merah. Boleh makan-makan sama keluarga, tapi enggak boleh pakai baju warna terlalu merah," ujarnya.
Istri dari Ruben Onsu, Sarwendah saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait menghujat keluarganya di media sosial di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu, (15/5/2024). Foto: Agus Apriyanto
Masih Berduka, Sarwendah Tak Hadirkan Barongsai saat Imlek
Tak hanya itu, ia dan ibunya, Rospita Tyoa, juga tidak membuat kue lapis yang biasanya menjadi hidangan khas keluarga saat Imlek.
"Setiap Imlek pasti Nai Nai masak shabu-shabu, kue lapis biar rezekinya berlapis-lapis. Tapi kalau kue lapisnya enggak boleh karena Yeye belum setahun," ungkap Sarwendah.
Aktris kelahiran 1989 itu juga menyebut tidak diperbolehkan menghadirkan barongsai di rumah. Ia pun telah memberikan pengertian kepada anak-anak mengenai hal tersebut.
"Jadi enggak boleh ada barongsai di rumah. Kemarin sebelum Sincia ada makan keluarga di restoran yang ada barongsainya. Jadi sudah dikasih tahu anak-anak juga, barongsainya lagi enggak bisa kita ajak ke rumah," ucap Sarwendah.
Sarwendah di kawasan Kapten Tendean. Foto: Maria Gabrielle Putrinda
Meski ada sejumlah penyesuaian, Sarwendah menilai tradisi Imlek keluarganya pada dasarnya tetap sama. Namun, ia tak menampik adanya rasa kehilangan yang besar.
"Sebenarnya tradisinya masih sama aja. Cuma ya beda, ada atau nggak ada kehadiran Yeye itu pasti beda jauh," kata Sarwendah.
Di momen tahun baru ini, Sarwendah berharap kehidupan keluarganya ke depan bisa dipenuhi kebahagiaan.
"Harapannya semoga di tahun yang baru ini hidupnya bisa makin bahagia, lepas dari segala sesuatu yang tidak enak. Dan yang pastinya anak-anak sehat selalu, bahagia selalu, bisa mencapai apa pun yang mereka ingini," ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar