Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri pengukuhan pengurus MUI 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, komitmennya untuk memberantas korupsi di Indonesia selalu mendapat perlawanan dari para pelaku korupsi. Ia menyebut kelompok koruptor kerap melakukan 'serangan balik' karena tidak menginginkan hadirnya pemerintahan yang bersih di Republik Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri pengukuhan dan ta'aruf pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2).
"Kita harus menjaga Republik ini, kita menjaga kekayaan bangsa kita. Kita harus berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia. Ini tidak ringan. Tiap kali kita mau berantas, tiap kali kita mau menegakkan hukuman, menegakkan keadilan, menegakkan hukum, tiap kali kelompok koruptor, kelompok perampok-perampok ini, kelompok garong-garong ini, menyerang balik," kata dia.
Menurut Prabowo, kelompok tersebut berupaya menciptakan kerusuhan dan mengadu domba masyarakat agar agenda penegakan hukum terganggu.
"Mereka selalu ingin bikin kerusuhan, selalu ingin adu domba di antara kita. Kenapa? Karena mereka tidak ingin ada pemerintah yang bersih di bumi Republik Indonesia ini," sambungnya.
Prabowo menegaskan dirinya tidak akan mundur dalam menghadapi perlawanan tersebut. Ia mengingatkan bahwa sebagai Presiden, dirinya telah disumpah untuk menegakkan hukum dan Undang-Undang Dasar 1945.
"Tetapi saya telah disumpah di hadapan rakyat, saya disumpah untuk menegakkan hukum, untuk menegakkan Undang-Undang Dasar kita, untuk menegakkan segala perundang-undangan. Karena itu, saya tidak akan ragu-ragu, saya tidak akan mundur setapak pun," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyebut dukungan MUI menjadi sumber keberanian baginya untuk menjalankan agenda penegakan hukum. Ia menekankan pentingnya persatuan antara ulama dan umara sebagai fondasi keadilan dan kebangkitan bangsa.
"Hari ini terima kasih Majelis Ulama Indonesia telah memberi kepada saya suntikan keberanian. Saya menjadi lebih berani, lebih yakin, bahwa ulama-umara bersatu, kita akan menegakkan keadilan di bumi Indonesia ini," tandas dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar