Search This Blog

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Bunuh Diri Siswa di NTT

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Bunuh Diri Siswa di NTT
Feb 8th 2026, 16:09 by kumparanNEWS

Kemensos melalui Sentra Efata Kupang memberikan santunan dan bantuan dengan total Rp 9 juta bagi keluarga siswa SD yang meninggal diduga bunuh diri di NTT. Foto: Kemensos RI
Kemensos melalui Sentra Efata Kupang memberikan santunan dan bantuan dengan total Rp 9 juta bagi keluarga siswa SD yang meninggal diduga bunuh diri di NTT. Foto: Kemensos RI

Polres Ngada menghentikan penyelidikan penyebab kasus kematian Yohanes Bastian Roja, siswa kelas IV yang ditemukan tewas gantung diri di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pihak kepolisian menyatakan tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

"Diputuskan untuk menghentikan penyelidikan karena penyebab kematian korban bukan merupakan tindak pidana," ujar Kapolres Ngada AKBP, Andrey Valentino dalam keterangan yang diterima, Minggu (8/2).

Andrey menjelaskan pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari 11 orang saksi. Mereka terdiri dari dokter yang melakukan visum dan guru-guru di sekolah tempat korban menimba ilmu.

Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD-PPA) juga diundang untuk membantu menentukan arah penyelidikan.

"Meskipun keluarga korban memang mengalami keterbatasan ekonomi dan sering terlambat bayar biaya sekolah, namun biaya tersebut akhirnya dibayar lunas setelah orang tua menjual hasil panen dari kebun mereka," ujar Andrey.

Ia menegaskan, korban tidak mengalami perundungan di sekolah. Hasil visum juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Tak Ada Bullying

Yohanes Bastian Roja (YBR), siswa SD di Ngada yang bunuh diri usai tak bisa beli buku dan pena. dok keluarga. Foto: Dok. Keluarga YBS
Yohanes Bastian Roja (YBR), siswa SD di Ngada yang bunuh diri usai tak bisa beli buku dan pena. dok keluarga. Foto: Dok. Keluarga YBS

Kepala Sekolah SD Negeri Rj, Maria Ngene menegaskan tak ada perundungan terhadap korban di lingkungan sekolah. Pasalnya, korban sangat dekat dengan teman-teman sekelasnya.

"Saya pastikan tidak ada bullying. Kami anak-anak desa, hampir semua anak petani tidak ada yang namanya menghina atau bully," tegasnya.

Menurutnya, Yohanes dikenal sebagai siswa yang berperilaku baik. Dia juga tidak pernah menimbulkan masalah selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.

"Dia anak baik, ramah dengan teman-temannya, dan tidak pernah membuat keributan," katanya.

Mengenai perlengkapan belajar Yohanes yang kurang, Maria menyatakan pihak sekolah tidak mengetahui secara rinci. Karena menurut dia, pemantauan kebutuhan pribadi siswa umumnya dilakukan oleh wali kelas masing-masing.

"Saya belum menerima informasi soal kekurangan perlengkapan belajar. Biasanya wali kelas yang lebih mengetahui. Apalagi ini awal semester, mungkin kebutuhannya belum sempat dipenuhi," ujarnya.

Selama mengikuti proses belajar mengajar, kata Maria, Yohanes tidak pernah menyampaikan keluhan dan tidak menunjukkan kendala yang menonjol.

"Tidak ada laporan atau keluhan. Kami memang tidak bisa memantau kondisi pribadi semua siswa secara detail," katanya.

Media files:
01kgm2axg3f5rs2xezcaga69e6.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar