Search This Blog

Penyebab Umum Bayi Susah BAB

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Penyebab Umum Bayi Susah BAB
Feb 15th 2026, 17:00 by kumparanMOM

Ilustrasi bayi menangis karena susah BAB. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi bayi menangis karena susah BAB. Foto: Shutter Stock

Frekuensi buang air besar (BAB) pada bayi baru lahir berbeda dengan orang dewasa. Mereka bisa BAB hingga 10 kali dalam sehari, karena sistem pencernaannya masih berkembang.

IDAI melansir, refleks gastrokolika bayi baru lahir masih kuat, sehingga bayi buang air besar segera setelah menyusu. Gastrokolika adalah refleks tubuh yang meningkatkan pergerakan usus besar yang timbul akibat makan dan minum.

Namun demikian, lambat laun frekuensi buang air besar bayi akan berubah seiring bertambahnya usia. Jika sebelumnya sering buang air besar, kini mungkin jarang atau bahkan tidak BAB sama sekali dalam beberapa hari. Kondisi ini juga normal terjadi pada bayi, selama feses tetap lunak.

Namun jika sampai susah buang air besar, tentu saja hal itu sangat mengganggu dan menyakitkan bagi bayi. Nutrisi yang ia makan dari ASI juga tidak akan terserap optimal. Nah Moms, ini dia beberapa hal yang bisa menyebabkan bayi susah buang air besar.

Penyebab Bayi Sulit BAB

Ilustrasi ibu menyusui bayi untuk membantu kesehatan saluran cerna. Foto: BaLL LunLa/Shutterstock
Ilustrasi ibu menyusui bayi untuk membantu kesehatan saluran cerna. Foto: BaLL LunLa/Shutterstock

1. Dehidrasi

Dehidrasi atau kekurangan cairan bisa menyebabkan bayi mengalami sembelit atau susah BAB. Sebab feses jadi keras dan bayi kesulitan mengeluarkannya.

Oleh karena itu, pastikan bayi selalu menyusu sesuai kebutuhannya, Moms.

2. Alergi dan intoleransi makanan

Beberapa bayi mungkin tidak sering buang air besar karena alergi dan intoleransi makanan. Pada bayi baru lahir, susah buang air besar bisa karena alergi terhadap zat-zat dalam susu formula, ASI, atau MPASI.

Bayi dengan intoleransi laktosa dapat mengalami masalah pencernaan, termasuk sembelit, bahkan saat diberi ASI. Dalam kasus seperti itu, bayi juga cenderung menunjukkan pertumbuhan yang buruk dan lesu karena nutrisi yang tidak memadai.

3. Perubahan pola makan

Dikutip dari Medlineplus, perubahan pola makan yang tiba-tiba dapat mempengaruhi frekuensi buang air besar bayi. Misalnya saja saat ibu mengubah jadwal pemberian ASI, atau saat si kecil mulai memasuki masa MPASI. Saat bayi beradaptasi dengan makanan padat bisa menyebabkan sembelit, sehingga sulit untuk buang air besar.

Media files:
eh9lqusijspk9gccpyxw.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts