Search This Blog

Moncef Genoud Meriahkan Peringatan 75 Tahun Hubungan Indonesia–Swiss

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Moncef Genoud Meriahkan Peringatan 75 Tahun Hubungan Indonesia–Swiss
Feb 1st 2026, 12:30 by kumparanHITS

Musisi Moncef Genoud Hibur Penggemar Peringati 75 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia -Swiss. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Musisi Moncef Genoud Hibur Penggemar Peringati 75 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia -Swiss. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan bilateral antara Swiss dan Indonesia, Kedutaan Besar Swiss di Indonesia menyelenggarakan Swiss Jazz Excellence: Moncef Genoud Live.

Konser pianis beraliran jazz asal Swiss itu digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Institut Français Indonesia (IFI), Jakarta.

Konser mini ini turut menandai penampilan perdana bagi Moncef Genoud di Indonesia.

Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder mengatakan keputusan untuk mengundang Moncef adalah keputusan yang sangat baik untuk mengenalkan budaya Jazz Swiss ke penikmat aliran musik serupa di Indonesia.

Kemampuan musik Moncef pun, menurut Olivier cukup disegani oleh masyarakat di Swiss. Hal itu lah yang coba ia ingin kenalkan.

"Musik Moncef Genoud adalah pengingat yang kuat bahwa kreativitas tidak mengenal batas. Melalui keahlian seninya yang luar biasa, kami bangga berbagi ekspresi penting budaya Swiss dengan Indonesia," ujar Olivier kepada wartawan di IFI, Jakarta, Sabtu (31/1).

Musisi Moncef Genoud Hibur Penggemar Peringati 75 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia -Swiss. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Musisi Moncef Genoud Hibur Penggemar Peringati 75 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia -Swiss. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

"(Tentunya) sambil merayakan 75 tahun persahabatan, dialog, dan kerja sama antara kedua negara kami," sambungnya.

Pemilihan Moncef untuk tampil di Indonesia pun bukan tanpa sebab. Olivier dinilai sebagai musisi yang jujur lewat karya-karyanya.

Tak hanya itu, Olivier juga menganggap Moncef juga ia anggap sebagai representasi sempurna untuk aliran musik Jazz yang saat ini berkembang di Swiss.

"Kenapa kita pilih Moncef, kenapa kita memilih Jazz, itu akan kita tampilkan dalam penampilannya hari ini. Kamu akan mengerti kenapa kami memilihnya untuk tampil di sini," ucap Olivier.

"Kami memiliki aliran Jazz yang sangat kreatif di Swiss. Kami terbuka, kami mencari akan sebuah interaksi, dan saya pikir ini mewakili betul nilai yang kami junjung di negara kami," sambungnya.

Musisi Moncef Genoud Hibur Penggemar Peringati 75 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia -Swiss. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Musisi Moncef Genoud Hibur Penggemar Peringati 75 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia -Swiss. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Menambahkan Moncef Genoud mengaku senang dirinya bisa memiliki kesempatan datang ke Indonesia dan memainkan musiknya. Kesempatan ini pun dinilainya sangat baik untuk menggambarkan begitu beragamnya aliran Jazz yang berkembang di Swizz.

"Swiss adalah negara kecil tapi banyak sekali musisi yang bagus di sana karena di antara negara bagian yang dekat dengan Jerman, Prancis, dan Italia memiliki aliran musisinya masing-masing," ungkap Moncef Genoud.

Perkembangan pesat musik Jazz di Swiss tak lain karena melimpahnya dukungan bagi musisi lokal untuk berkembang. Menjamurnya klub yang mampu memberi kesempatan bagi musisi pemula untuk tampil jadi salah satu alasannya.

"Aliran musik Jazz di sana sangat baik karena banyak klub yang mampu mengakomodir para musisi untuk bisa tampil baik itu di Geneva, Lausanne, Fribourg, di Bern, dan Zurich kita memiliki banyak sekali klub," kata Moncef Genoud.

Musisi Moncef Genoud Hibur Penggemar Peringati 75 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia -Swiss. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Musisi Moncef Genoud Hibur Penggemar Peringati 75 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia -Swiss. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Di samping itu, banyaknya sekolah yang baik untuk belajar Jazz jadi alasan jelas mengapa Jazz berkembang dengan sangat baik di Swiss.

"Dan juga banyak sekali sekolah Jazz di mana mereka bisa belajar tentang bagaimana bermain Jazz yang baik. Karena alasan itulah Swiss mampu menghasilkan musisi yang baik," pungkasnya.

Selain mempertemukan Moncef Genoud dan para penikmat musik Jazz di Indonesia,

acara ini juga dimaksudkan sebagai medium perkenalan dan jembatan budaya antara Indonesia dan Swiss.

Melalui konser ini, Swiss merayakan jazz tidak hanya sebagai genre musik, tetapi sebagai bahasa bersama yang melampaui batas negara dan menghubungkan orang melalui kreativitas dan emosi.

Tentang Moncef Genoud

Moncef Genoud lahir pada tahun 1961 di Tunis. Moncef Genoud lahir dalam kondisi buta sejak lahir. Pada usia dua tahun, ia diterbangkan ke Swiss untuk mendapatkan perawatan medis dan segera setelah itu diadopsi oleh keluarga Swiss.

Sejak usia muda, musik menjadi cara Moncef untuk berinteraksi dengan dunia. Didorong oleh ayah angkatnya yang merupakan seorang penggemar jazz yang, Moncef mulai belajar piano pada usia enam tahun.

Atas perannya di musik, Moncef memperoleh gelar guru musik dari Konservatorium Jenewa pada tahun 1987 dan telah menjadi musisi profesional sejak 1983.

Selama puluhan tahun, ia telah meneguhkan dirinya sebagai salah satu pianis jazz terkemuka di Swiss, berkolaborasi dengan seniman internasional ternama seperti Michael Brecker, Dee Dee Bridgewater, Jack DeJohnette, Idris Muhammad, Bill Stewart, Larry Grenadier, dan Grégoire Maret.

Moncef pun telah melakukan sejumlah tur ke Eropa, Afrika, Asia, Australia, dan Amerika.

Media files:
01kga8kca7a02k3h2242d7c7zt.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar