Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (offshore). Foto: Shutterstock
Harga minyak mentah masih tertahan setelah perundingan soal nuklir antara Amerika Serikat dan Iran menunjukkan perkembangan positif. Sinyal ini membuat premi risiko geopolitik di pasar minyak mulai berkurang.
Dikutip dari Bloomberg, Rabu (18/2), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bergerak tipis di atas USD 62 per barel setelah sebelumnya turun 0,9 persen pada Selasa, usai libur panjang di AS. Sementara Brent ditutup di atas USD 67 per barel.
Pemerintah Iran menyebut telah tercapai 'kesepahaman umum' dengan AS terkait kerangka potensi kesepakatan. Di sisi lain, pejabat AS mengatakan delegasi Iran dijadwalkan kembali ke Jenewa dalam dua minggu untuk membawa proposal baru.
Sepanjang tahun ini, harga minyak sempat menguat karena kekhawatiran geopolitik, termasuk tensi dengan Iran. Penguatan ini menutupi kecemasan investor soal potensi kelebihan pasokan global yang bisa menekan harga.
Citra satelit menunjukkan fasilitas Piranshahr di Iran dalam gambar selebaran tertanggal 22 Mei 2025. Foto: Maxar Technologies/Handout via REUTERS
Situasi di Iran sendiri sempat memanas setelah gelombang protes anti-pemerintah pada Januari, memicu kekhawatiran bahwa produksi minyak atau jalur pasokan penting seperti Selat Hormuz bisa terganggu jika konflik militer pecah.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pembicaraan berjalan baik, meski Iran disebut belum mengakui "garis merah" yang ditetapkan Presiden Donald Trump.
Kemajuan diplomatik ini terjadi di tengah peningkatan aktivitas militer. Iran mengumumkan akan menutup sebagian Selat Hormuz selama beberapa jam untuk latihan militer. Jalur ini merupakan titik krusial ekspor energi dari kawasan penghasil minyak utama dunia. Sementara itu, AS juga mengirimkan kapal induk kedua ke kawasan tersebut.
Di tempat lain, pelaku pasar juga mencermati negosiasi antara Ukraina dan Rusia yang dimediasi AS dan berlangsung di Jenewa. Pembicaraan akan berlanjut pada Rabu, menurut pihak Kyiv. Jika konflik Rusia-Ukraina menemukan titik terang dan sanksi dilonggarkan, aliran minyak Rusia ke pasar global berpotensi meningkat yang bisa kembali menekan harga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar