Search This Blog

China Waspadai Manuver Trump Usai Tarif Global Dibatalkan MA

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
China Waspadai Manuver Trump Usai Tarif Global Dibatalkan MA
Feb 24th 2026, 09:38 by kumparanBISNIS

Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mereka mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik, di Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025). Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS
Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mereka mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik, di Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025). Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS

China memantau dengan cermat langkah baru perdagangan Presiden Donald Trump setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif darurat global yang selama ini diberlakukan.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China mengatakan tengah melakukan penilaian komprehensif atas dampak putusan tersebut. China juga menyoroti rencana pemerintahan Trump menggunakan instrumen perdagangan lain untuk mempertahankan tekanan tarif terhadap mitra dagangnya.

"Kami juga mencatat pihak AS sedang menyiapkan langkah alternatif, seperti investigasi perdagangan, sebagai upaya mempertahankan tarif terhadap mitra dagang. China akan terus memantau perkembangan ini dan tegas menjaga kepentingannya," ujar juru bicara tersebut dalam pernyataan resmi dikutip dari Bloomberg, Selasa (24/2).

Komentar itu menjadi respons resmi pertama China sejak Mahkamah Agung AS membatalkan tarif global luas yang diterapkan Trump. Meski kalah di pengadilan, Trump menegaskan akan kembali mengenakan tarif global sebesar 15 persen serta meluncurkan investigasi perdagangan baru.

Trump sendiri dijadwalkan terbang ke China untuk membicarakan kesepakatan dagang. Jadwal ini direncanakan sebelum ada putusan MA soal tarif globalnya.

Di pasar keuangan, indeks saham utama perusahaan China yang tercatat di Hong Kong sempat menguat hingga 2,6 persen pada perdagangan Senin (23/2) pagi. Bloomberg Economics memperkirakan, sekalipun tarif baru diberlakukan, rata-rata tarif efektif yang dihadapi China berada di kisaran 12 persen yang merupakan level terendah sejak tarif "Liberation Day" diumumkan pada April 2025.

Investigasi berdasarkan Section 301 dan Section 232 sebelumnya kerap digunakan pemerintah AS untuk mengenakan bea tambahan pada berbagai produk China, termasuk ekspor manufaktur, otomotif, dan logam. Jalur hukum tersebut dinilai masih memberi ruang bagi Gedung Putih untuk memberlakukan tarif impor baru meski ada putusan Mahkamah Agung.

Bagi China, putusan pengadilan juga menghapus tarif fentanyl sebesar 10 persen, sehingga tekanan tarif terhadap ekspor menjadi lebih ringan. Meski demikian, mereka kembali menyerukan agar AS mencabut tarif sepihak karena dinilai tidak menguntungkan pihak mana pun dan berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan global.

Media files:
01k8sf3dhdr73n367b6esy1vhw.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar