Presiden Donald Trump diapit Direktur CIA John Ratcliffe dan Menlu Marco Rubio, saat meninjau operasi militer AS di Venezuela, dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, Sabtu (3/1). Foto: @realDonaldTrump via reuters
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim tidak ada satu pun anggota militer Amerika Serikat yang tewas maupun peralatan militer yang hilang dalam serangan yang dilakukan ke Venezuela.
"Tidak satu pun anggota militer Amerika yang tewas dan tidak satu pun peralatan militer Amerika yang hilang. Kami memiliki banyak helikopter, banyak pesawat, dan sangat banyak personel yang terlibat dalam pertempuran tersebut," kata Trump dalam konferensi pers, Minggu (4/1).
"Tetapi pikirkan hal ini. Tidak satu pun peralatan militer yang hilang. Dan yang lebih penting, tidak satu pun anggota militer yang tewas," lanjutnya.
Trump menegaskan kekuatan militer Amerika Serikat jauh melampaui negara lain, baik dari sisi kemampuan personel maupun kecanggihan teknologi persenjataan.
"Militer Amerika Serikat adalah militer terkuat dan paling ditakuti di planet ini. Jauh melampaui yang lain, dengan kemampuan dan keterampilan yang hampir tidak bisa dibayangkan oleh musuh-musuh kami. Kami memiliki peralatan terbaik di mana pun di dunia. Tidak ada peralatan yang sebanding dengan apa yang kami miliki," ujarnya.
Unit anti-pesawat yang hancur usai serangan Amerika Serikat di pangkalan udara militer La Carlota, Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). Foto: Juan BARRETO / AFP
Selain menyinggung kekuatan militer, Trump juga menyoroti upaya Amerika Serikat dalam memberantas penyelundupan narkoba melalui jalur laut.
Ia mengeklaim operasi tersebut berhasil menghentikan hampir seluruh peredaran narkoba yang masuk ke Amerika Serikat lewat laut.
"Dan Anda bisa melihatnya bahkan jika hanya melihat kapal-kapal. Kami telah melumpuhkan 97 persen narkoba yang masuk melalui laut. Setiap kapal, rata-rata, membunuh 25 ribu orang. Kami melumpuhkan 97 persen. Dan narkoba itu sebagian besar berasal dari sebuah tempat bernama Venezuela," ujar Trump.
Trump juga menegaskan Amerika Serikat akan tetap terlibat dalam pengelolaan Venezuela hingga terjadi transisi kekuasaan yang dianggap aman dan tepat, usai ditangkapnya Presiden Nicolas Maduro.
"Kami akan menjalankan negara itu sampai pada saat kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana. Jadi kami tidak ingin terlibat dengan membiarkan orang lain masuk dan kami mengalami situasi yang sama seperti yang terjadi selama bertahun-tahun sebelumnya. Kami akan menjalankan negara itu sampai transisi yang aman, tepat, dan bijaksana dapat dilakukan," katanya.
Trump menyebut tujuan utama Amerika Serikat adalah menciptakan perdamaian dan keadilan bagi rakyat Venezuela, termasuk warga Venezuela yang kini tinggal di Amerika Serikat dan ingin kembali ke tanah air mereka.
Ia menegaskan, tidak ingin kekuasaan di Venezuela kembali jatuh ke pihak yang tidak memikirkan kepentingan rakyat.
"Kami menginginkan perdamaian, kebebasan, dan keadilan bagi rakyat besar Venezuela, termasuk banyak warga Venezuela yang sekarang tinggal di Amerika Serikat dan ingin kembali ke negara mereka. Itu adalah tanah air mereka," ucap Trump.
"Kami tidak bisa mengambil risiko bahwa pihak lain mengambil alih Venezuela tanpa memikirkan kebaikan rakyat Venezuela. Kami telah mengalami itu selama beberapa dekade. Kami tidak akan membiarkan itu terjadi. Kami ada di sana sekarang," pungkas dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar