Warga mengungsi saat bentrokan di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand di Provinsi Preah Vihear, Kamboja, Senin (8/12/2025). Foto: -STR / AFP
Kamboja mulai membalas serangan Thailand di perbatasan. Konflik dua negara bertetangga di Asia Tenggara ini kembali memanas setelah sempat sepakat gencatan senjata pada Oktober 2025 di bawah mediasi Presiden Donald Trump dan PM Anwar Ibrahim.
Menurut laporan Kemhan Kamboja, tentara Thailand pada Senin (8/12) menembaki pasukannya yang berada di Provinsi Banteay Meanchey. Akibatnya, dua warga Kamboja di sana kehilangan nyawa.
Terpisah, Jubir Kemhan Kamboja, Maly Socheata, menyebut total serangan Thailand ke negaranya sejak Senin hingga Selasa pagi telah menewaskan tujuh warga sipil dan melukai 20 lainnya.
Tangkapa layar asap mengepul dari lokasi kejadian, setelah Thailand melancarkan serangan udara di sepanjang perbatasannya yang disengketakan dengan Kamboja, menurut militer Thailand, di Choeteal Kong, Provinsi Preah Vihear, Kamboja. Foto: social media via REUTERS
Ia lalu menambahkan, sejak pukul 05.00 pagi ini Thailand kembali meluncurkan serangan, termasuk di kuil kuno warisan dunia UNESCO, Preah Vihear.
Presiden Senat Kamboja, yang juga tokoh politik paling berpengaruh, Hun Sen, kemudian mengumumkan bahwa negaranya mulai membalas serangan Thailand.
"Setelah bersabar selama lebih dari 24 jam untuk menghormati gencatan senjata dan memberi waktu untuk mengevakuasi warga ke tempat yang aman, kemarin malam kami membalas dengan lebih banyak respons tadi malam dan pagi ini," kata Hun Sen lewat unggahan Facebook, seperti dikutip dari AFP.
Presiden AS Donald Trump menyaksikan PM Thailand Anutin Charnvirakul dan PM Kamboja Hun Manet menunjukkan dokumen penandatanganan kesepakatan gencatan senjata di sela-sela KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025). Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS
"Sekarang kami kembali bertempur untuk mempertahankan diri kami," sambung Hun Sen.
Sesaat setelah pengumuman tersebut, Kamboja memerintahkan evakuasi terhadap puluhan ribu orang yang tinggal di perbatasan.
Ilustrasi peta Thailand dan Kamboja. Foto: AustralianCamera/Shutterstock
Adapun Pemerintah Thailand dalam pernyataan resminya menyebut, sejak pertempuran dengan Kamboja kembali pecah sejak Minggu, seorang tentaranya tewas.
Selain korban jiwa, sebanyak 18 orang lainnya menderita luka. Thailand juga melaporkan rentetan tembakan dari Kamboja menyebabkan kerusakan di dua rumah warga sipil di Provinsi Sa Kaeo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar