Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono saat menjadi narasumber dalam podcast Insight di Kantor Kementerian Sosial, Jumat (31/10/2025). Foto: Biro Humas / Ikhwan Isyah Ishar
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyebut pihaknya telah menyalurkan bantuan senilai Rp 66 miliar untuk penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan mendesak mulai dari makanan, tenda, genset, hingga alat penjernihan air.
"Total yang sudah diberikan Kemensos untuk bantuan sosial ke tiga provinsi itu kurang lebih sampai hari ini senilai Rp 66 miliar," kata Agus di kawasan CFD Bundaran HI, Jakarta, Minggu (7/12).
Agus menyebut anggaran tersebut masih dapat bertambah seiring perkembangan kondisi tanggap darurat.
"Karena situasi lapangan dan tanggap darurat terus berjalan, kita akan menyesuaikan, ya, dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada di lapangan. Jadi ini masih terbuka, termasuk logistiknya, permakanannya, termasuk anggarannya," jelasnya.
Selain bantuan barang dan logistik, Kemensos juga telah mengoperasikan sekitar 39 dapur umum yang tersebar di berbagai wilayah terdampak.
"Jadi sampai saat ini, ada kurang lebih 39 (dapur umum) punya Kemensos dan dapur-dapur mandiri nanti akan kita identifikasi," kata Agus.
Pengendara melintasi jalan darurat di kawasan Mega Mendung, Lembah Anai, Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (4/12/2025). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO
Ia menjelaskan dapur umum terdiri atas dua jenis: yang dikelola langsung oleh Kemensos, dan dapur umum mandiri yang disokong bantuan bahan dari Kemensos.
Agus memastikan bantuan makanan bagi korban bencana akan terus ditambah, terutama di wilayah yang sempat sulit dijangkau.
"Dan pada hari ini yang kemarin-kemarin kita belum masuk, di Aceh Tengah dan Bener Meriah, insyaAllah kita hari ini sudah bisa masuk dan akan mendirikan dapur-dapur umum di sana," ujarnya.
Selain di dua wilayah tersebut, dapur umum juga telah beroperasi di daerah yang sebelumnya terisolasi, termasuk Aceh Tamiang dan sejumlah titik lain di Aceh, Langkat (Sumatera Utara) serta daerah di Sumatera Barat.
"Di Aceh Tamiang kita mendirikan 5 dapur umum, satu dapur umum induk, yang empat dapur umum mandiri," kata Agus.
Ia menambahkan bahwa kondisi warga di beberapa wilayah sudah mulai pulih.
"Kegiatan masyarakat sudah mulai bagus. Mereka sudah mulai membersihkan rumah, membersihkan alat-alat dapur yang terkena banjir, mencuci pakaian," ujar Agus.
"Jadi sudah kelihatan masyarakat mulai bangkit, masyarakat mulai bersemangat kembali, masyarakat mulai beraktivitas kembali," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar