Search This Blog

Cerita Wamensos Antre BBM 4–5 Jam Saat Tinjau Bencana di Aceh dan Sumut

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Cerita Wamensos Antre BBM 4–5 Jam Saat Tinjau Bencana di Aceh dan Sumut
Dec 7th 2025, 10:29 by kumparanNEWS

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono usai funwalk memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025 di CFD Bundaran HI, Jakarta, Minggu (7/12/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono usai funwalk memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025 di CFD Bundaran HI, Jakarta, Minggu (7/12/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menceritakan pengalaman sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) saat melakukan kunjungan ke wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).

Ia mengatakan kelangkaan BBM menjadi salah satu kendala yang dirasakan warga maupun petugas yang bergerak di lapangan.

"Dan saya sendiri juga bersama rombongan kehabisan bensin, tetapi kemudian sekitar 4 jam, 5 jam akhirnya kita mendapatkan BBM dan kita bisa lanjut ke daerah," kata Agus di kawasan CFD Bundaran HI, Jakarta, Minggu (7/12).

Agus menuturkan, saat berangkat dari Medan (Sumatera Utara) menuju Kutacane (Aceh Tenggara), antrean pengisian BBM mengular sangat panjang.

"Di Kutacane sampai ke Medan itu antrean BBM luar biasa. Pada waktu itu memang stoknya mungkin terbatas," ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut terjadi akibat terbatasnya pasokan serta rusaknya sejumlah pom bensin, salah satunya di Aceh Tamiang.

"Karena pom bensinnya, seperti di Aceh Tamiang itu rusak. Hanya satu pom bensin yang bisa digunakan," kata dia.

Meski begitu, Agus memastikan distribusi bantuan logistik dan kebutuhan makanan untuk warga tetap berjalan. Ia menyebut akses darat yang mulai terbuka sejak 2–3 Desember membantu percepatan arus bantuan.

"Bantuan-bantuan sudah hampir merata masuk ke daerah-daerah yang terdampak bencana. Dan ini adalah bukti sinergitas dari semua kementerian, semua lembaga, di bawah koordinasi BNPB, semua terlibat aktif," ujarnya.

Agus menyebut, pihaknya terus memasok kebutuhan darurat, mulai dari pakaian, kebutuhan ibu dan anak, tenda, selimut, hingga kasur.

Kemensos juga mulai kembali membuka akses bantuan ke Bener Meriah dan Aceh Tengah setelah sebelumnya terhambat.

"Kemensos insyaAllah jam 11 nanti sudah bisa memasukkan barang, baik itu makanan maupun buffer stock. Termasuk kita akan segera mendirikan dapur umum. Karena memang yang dibutuhkan mendesak di sana adalah makanan dan air bersih," ujar Agus.

Aksi prajurit TNI selamatkan bayi, balita, dan 20 anggota keluarga di Karang Baru Aceh Tamiang Foto: Dok. Istimewa
Aksi prajurit TNI selamatkan bayi, balita, dan 20 anggota keluarga di Karang Baru Aceh Tamiang Foto: Dok. Istimewa

Agus menambahkan, dengan membaiknya akses darat, penyaluran BBM saat ini juga mulai kembali lancar.

"Tapi sepertinya sekarang ini ya, untuk kendala BBM mungkin sudah mulai terantisipasi karena akses untuk distribusi BBM ke daerah-daerah yang terkena dampak bencana untuk jalur daratnya sudah mulai kondusif," katanya.

Update terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa per Sabtu (6/12), korban tewas telah mencapai 914 jiwa, sedangkan 389 orang masih dinyatakan hilang.

"Bertambah 47 jiwa dari posisi kemarin di 867 jiwa. Jumlah korban meninggal secara total 914 jiwa," Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Kapusdatin BNPB), Abdul Muhari.

Berikut rincian korban jiwa per provinsi:

• Aceh (359 jiwa)

• Sumut (329 jiwa)

• Sumbar (226 jiwa)

Akses di sejumlah daerah terdampak bencana masih banyak yang terputus, terutama di sejumlah kecamatan di Sumut dan Sumbar. Sehingga distribusi bantuan sangat sulit.

Contohnya di Kabupaten Tapanuli Utara: Kecamatan Adiankoting dan Kecamatan Parmonangan.

Media files:
01kbvc3svm0vmkzh1d6enqmzbv.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar