Serah terima jabatan Kepala BMKG kepada Teuku Faisal Fathani oleh Dwikorita Karnawati di Auditorium BMKG, Jakarta, Senin (3/11/2025). Foto: Dok. BMKG
Teuku Faisal Fathani resmi menjabat sebagai Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggantikan Dwikorita Karnawati.
Serah terima jabatan berlangsung di Auditorium BMKG, Jakarta, Senin (3/11), setelah Faisal dilantik oleh Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi.
Faisal menyampaikan rasa syukur sekaligus tekad untuk membawa BMKG menjadi lembaga ilmiah yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Teuku Faisal Fathani Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru. Foto: Dok. BMKG
"Hari ini saya berdiri dengan rasa syukur dan tanggung jawab besar. Amanah sebagai Kepala BMKG bukan sekadar jabatan, tetapi juga panggilan untuk menjaga bangsa dari ancaman yang tak kasat mata, mulai dari gempa bumi, tsunami, hingga perubahan iklim yang kian nyata," ujar Faisal dalam keterangan yang diterima kumparan, Selasa (4/11).
Faisal menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi agar BMKG tak hanya berfungsi sebagai pusat data, tetapi juga pusat aksi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"BMKG harus menjadi lebih dari pusat data, tetapi juga pusat aksi. Tantangan yang dihadapi bukan hanya teknis, tetapi juga sosial dan komunikasi menjangkau nelayan, petani di lereng gunung, hingga anak-anak di sekolah," tegas Faisal.
Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang digelar di Auditorium BMKG, Jakarta, Senin (3/11/2025). Foto: Dok. BMKG
"Menuju Indonesia Emas 2045, ketahanan bangsa tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada ketahanan iklim dan ketangguhan bencana," lanjutnya.
Ia juga menyoroti pentingnya strategi komunikasi publik yang efektif agar informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika, dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
"Saya mendapatkan informasi bahwa ratusan SDM BMKG telah menempuh pendidikan S2 dan S3. Potensi besar ini harus terus ditumbuhkan agar BMKG menjadi lembaga yang andal, akurat, dan profesional. Kita hidup di era penuh tantangan, masyarakat menuntut informasi yang cepat, tepat, dan mudah dipahami," tuturnya.
Lebih lanjut, Faisal menekankan pentingnya integritas dan keikhlasan dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang digelar di Auditorium BMKG, Jakarta, Senin (3/11/2025). Foto: Dok. BMKG
"BMKG harus menjadi lembaga negara yang kuat dan berorientasi pelayanan, baik bagi publik maupun bagi mitra kementerian dan lembaga, di dalam maupun luar negeri," katanya.
Sementara itu, Dwikorita menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh insan BMKG atas dukungan selama masa kepemimpinannya sejak 2017. Ia mengenang berbagai pengalaman menegangkan saat menghadapi gempa Lombok, tsunami Palu, hingga tsunami Selat Sunda.
"Alhamdulilah, karena amanah, aman, dan iman, Allah menolong kita sehingga sampai hari ini BMKG tetap eksis dan terus dipercaya masyarakat. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih, berkat dedikasi, pemikiran, dan kerja keras seluruh insan BMKG, kini BMKG telah berhasil merasuki sanubari masyarakat Indonesia, mulai dari anak-anak sekolah hingga, insyaallah, presiden," ucap Dwikorita.
Ia berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan transformasi yang telah dirintis menuju BMKG yang semakin tangguh, adaptif, dan berdaya saing global.
Di kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar turut menyampaikan apresiasi atas pergantian kepemimpinan tersebut. Ia menyebut momen itu sebagai simbol keberlanjutan estafet kepemimpinan yang berjalan dengan baik.
"Hari ini kita menyaksikan dua sosok terbaik bangsa satu senior yang berpamitan, satu pionir yang melanjutkan. Ini bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi tanda bahwa estafet kepemimpinan di BMKG berjalan dengan mulus dan penuh berkah," ujar Nasaruddin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar