Search This Blog

Naik Ambulans Pakai Sirine karena Penasaran, 7 Mahasiswa di Bali Minta Maaf

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Naik Ambulans Pakai Sirine karena Penasaran, 7 Mahasiswa di Bali Minta Maaf
Nov 29th 2025, 10:41 by kumparanNEWS

Ilustrasi ambulans.   Foto: Shutterstock
Ilustrasi ambulans. Foto: Shutterstock

Sebuah video mempertontonkan sejumlah anak muda di Bali naik ambulans dengan sirine berbunyi untuk menerobos kemacetan, ramai di media sosial, Jumat (28/11). Perilaku mereka dikritik warganet karena penggunaan sirine ambulans yang tidak sesuai peruntukkannya.

Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Ariasandy, mengatakan, anak muda itu adalah 7 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di lembaga pelatihan kerja (LPK) di Kabupaten Karangasem. Mereka berinisial I Putu I, I Gede S, Ni Luh N, Kadek D, Ni Wayan M, Putu G dan I Komang R.

Hal ini bermula saat mereka datang ke sebuah klinik untuk mengecek kesehatan, pada Kamis (27/11). Pihak klinik memutuskan merujuk mereka karena layanan pemeriksaan yang dibutuhkan tak tersedia. Mereka dirujuk menggunakan ambulans milik klinik ke Lab Kesdam Denpasar.

"Informasi yang diperoleh bahwa memang betul ambulans mengantar mahasiswa sebanyak 7 orang mahasiswa yang sedang melaksanakan medical check up ke Lab Kesdam Denpasar," kata Ariasandy, Sabtu (29/11).

Dalam perjalanan, tepatnya di sekitar Jalan Gunung Agung, Desa Subangan, Kecamatan Karangasem, salah satu mahasiswa meminta sopir ambulans membunyikan sirene ambulans. Berdasarkan video permintaan maaf di media sosial, mahasiswa itu mengaku meminta sopir membunyikan sirene karena penasaran.

"Pihak mahasiswa mengakui perbuatan meminta kepada driver untuk membunyikan suara sirine adalah perbuatan yang melanggar hukum," kata Ariasandy.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy, Senin (16/6/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy, Senin (16/6/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Ariasandy mengatakan, pihak kepolisian sudah bertemu klinik, sopir dan para mahasiswa. Dalam pertemuan tersebut, baik manajemen klinik, sopir ambulans dan mahasiswa meminta maaf.

Pihak klinik mengaku lalai dan berkomitmen memperketat pengawasan penggunaan ambulans. Sedangkan, para mahasiswa berjanji tak mengulangi perbuatan itu.

"Pihak mahasiswa menyampaikan tidak ada niat untuk membuat kegaduhan di medsos dan tidak menyangka atas perbuatannya telah merugikan dirinya sendiri dan pihak Klinik sehingga viral di medsos dan mendapat tanggapan antipati dari netizen," sambungnya.

Ariasandy menegaskan, mobil ambulans diperuntukkan bagi pasien yang mengalami kedaruratan, bukan untuk kepentingan penumpang umum.

Dalam kasus ini, polisi tidak memberikan melakukan penindakan atau tilang kepada sopir. Polisi memutuskan memberikan teguran agar mematuhi aturan berlalu lintas.

"Mobil ambulans itu peruntukannya untuk mengangkut pasien gawat darurat, memiliki prioritas utama di jalan ketika menggunakan sirine untuk kepentingan kedaruratan. Bukan merupakan jenis mobil penumpang umum," katanya.

Media files:
lbms61qfnnygfrpwxpi6.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar