Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (tengah) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti membuka rapat koordinasi tingkat menteri di Jakarta, Kamis (3/7/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Menko PMK, Pratikno, meminta masyarakat tidak mengucilkan para penderita penyakit tuberkulosis (TBC). Para penderita, menurutnya, justru perlu diberikan perlindungan.
"Jadi stigma itu dikucilkan, kalau sekolah malah dijauhkan dari kawan-kawannya dan seterusnya, atau kalau bekerja kemudian di-PHK, jangan sampai itu terjadi," kata Pratikno di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/11).
"Jadi kita harus memberikan perlindungan kepada penderita," tambah dia.
Saat ini, Pratikno mengungkapkan, Indonesia menjadi negara dengan pengidap TBC terbesar kedua di dunia setelah India. Sejumlah langkah percepatan untuk menurunkannya tengah dilakukan.
Menko PMK Pratikno di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/11/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Salah satunya dengan menggalakkan kampanye Temukan, Obati, Sampai sembuh (TOS TBC) dan menambah fasilitas pengobatan hingga tingkat puskesmas.
"Saya mengharapkan dukungan dari seluruh kepala daerah, aktifkan TP2TB. Sudah, menurut Perpres, itu ada tim untuk percepatan penuntasan penyakit TB, yaitu TP2TB di setiap provinsi dan kabupaten dan juga pemerintah sudah menggerakkan desa siaga TB, nah ini sampai di level desa," ungkapnya.
Dia menjelaskan, meningkatnya penderita TBC di Indonesia terjadi sejak pandemi COVID-19 melanda. Upaya penanganan penyakit ini perlu segera dilakukan karena tingkat kematiannya yang tinggi.
"Ini adalah penyakit menular dengan angka kematian yang tinggi, angka kematiannya lebih tinggi dari COVID ya. Nah ini kan sesuatu yang harus kita tangani bersama-sama," jelas Pratikno.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar