Search This Blog

Menko PMK Minta Penderita TBC Tak Dikucilkan: Kalau Pekerja Jangan Di-PHK

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Menko PMK Minta Penderita TBC Tak Dikucilkan: Kalau Pekerja Jangan Di-PHK
Nov 9th 2025, 09:45 by kumparanNEWS

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (tengah) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti membuka rapat koordinasi tingkat menteri di Jakarta, Kamis (3/7/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (tengah) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti membuka rapat koordinasi tingkat menteri di Jakarta, Kamis (3/7/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Menko PMK, Pratikno, meminta masyarakat tidak mengucilkan para penderita penyakit tuberkulosis (TBC). Para penderita, menurutnya, justru perlu diberikan perlindungan.

"Jadi stigma itu dikucilkan, kalau sekolah malah dijauhkan dari kawan-kawannya dan seterusnya, atau kalau bekerja kemudian di-PHK, jangan sampai itu terjadi," kata Pratikno di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/11).

"Jadi kita harus memberikan perlindungan kepada penderita," tambah dia.

Saat ini, Pratikno mengungkapkan, Indonesia menjadi negara dengan pengidap TBC terbesar kedua di dunia setelah India. Sejumlah langkah percepatan untuk menurunkannya tengah dilakukan.

Menko PMK Pratikno di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/11/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Menko PMK Pratikno di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/11/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Salah satunya dengan menggalakkan kampanye Temukan, Obati, Sampai sembuh (TOS TBC) dan menambah fasilitas pengobatan hingga tingkat puskesmas.

"Saya mengharapkan dukungan dari seluruh kepala daerah, aktifkan TP2TB. Sudah, menurut Perpres, itu ada tim untuk percepatan penuntasan penyakit TB, yaitu TP2TB di setiap provinsi dan kabupaten dan juga pemerintah sudah menggerakkan desa siaga TB, nah ini sampai di level desa," ungkapnya.

Dia menjelaskan, meningkatnya penderita TBC di Indonesia terjadi sejak pandemi COVID-19 melanda. Upaya penanganan penyakit ini perlu segera dilakukan karena tingkat kematiannya yang tinggi.

"Ini adalah penyakit menular dengan angka kematian yang tinggi, angka kematiannya lebih tinggi dari COVID ya. Nah ini kan sesuatu yang harus kita tangani bersama-sama," jelas Pratikno.

Media files:
01jz7dfw3tq7ay70shszq5155s.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar