Search This Blog

Isuzu Punya Mesin Multi Bahan Bakar, Begini Cara Kerjanya

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Isuzu Punya Mesin Multi Bahan Bakar, Begini Cara Kerjanya
Nov 1st 2025, 13:30 by kumparanOTO

Mesin multi bahan bakar buatan Isuzu dipamerkan di Japan Mobility Show 2025 di Tokyo, Jepang. Foto: Angga Sukmawijaya/kumparan
Mesin multi bahan bakar buatan Isuzu dipamerkan di Japan Mobility Show 2025 di Tokyo, Jepang. Foto: Angga Sukmawijaya/kumparan

Isuzu Motors Limited untuk pertama kalinya di dunia, memperkenalkan mesin multi bahan bakar di gelaran Japan Mobility Show (JMS) 2025.

Division Head of Business Strategy PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Rian Erlangga, mengatakan pengembangan mesin yang mampu beradaptasi dengan beraneka bahan bakar ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap pengembangan mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) yang sesuai dengan kondisi zaman dan ramah lingkungan, sekaligus pendekatan multi-pathway di sektor kendaraan nasional.

Pendekatan multi-pathway dipilih sebagai semangat Isuzu untuk mencapai netralitas karbon dengan memanfaatkan berbagai macam teknologi kendaraan, mulai dari mesin pembakaran internal hingga elektrifikasi.

Segmen kendaraan niaga, dengan mayoritas berukuran besar dan diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan, masih berpeluang untuk dipenuhi kebutuhannya melalui mesin yang andal, efisien, dan ramah lingkungan.

Mesin multi bahan bakar buatan Isuzu dipamerkan di Japan Mobility Show 2025 di Tokyo, Jepang. Foto: dok. Isuzu
Mesin multi bahan bakar buatan Isuzu dipamerkan di Japan Mobility Show 2025 di Tokyo, Jepang. Foto: dok. Isuzu

Rian mengatakan inovasi revolusioner mesin multi bahan bakar menunjukkan mesin ICE masih bisa dikembangkan dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman, termasuk menjawab tantangan menurunkan emisi karbon melalui penggunaan bahan bakar alternatif.

"Teknologi ini melengkapi inovasi yang sudah dikembangkan oleh Isuzu selama ini, dan menegaskan pendekatan multi-pathway, di mana semua teknologi dikembangkan secara maksimal untuk menghasilkan lingkungan yang hijau," kata Rian di sela gelaran JMS di Tokyo, Jepang, belum lama ini.

Mesin multi bahan bakar ini memiliki komponen-komponen kunci yang sama dengan mesin diesel konvensional, seperti blok silinder dan poros engkol.

Kemudian para insinyur Isuzu melakukan pengembangan sistem pengapian dan injeksi bahan bakar yang bisa disesuaikan dengan jenis bahan bakarnya.

Pada akhirnya, mesin ini tidak hanya dapat mengakomodasi solar, tetapi juga bahan bakar yang kompatibel dengan netralitas karbon seperti gas alam, hidrogen, biofuel, dan bahan bakar sintetis.

Mesin multi bahan bakar buatan Isuzu dipamerkan di Japan Mobility Show 2025 di Tokyo, Jepang. Foto: Angga Sukmawijaya/kumparan
Mesin multi bahan bakar buatan Isuzu dipamerkan di Japan Mobility Show 2025 di Tokyo, Jepang. Foto: Angga Sukmawijaya/kumparan

Dalam kesempatan yang sama, Business Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Atsunori Murata, mengatakan PT Isuzu Astra Motor Indonesia melihat kehadiran mesin multi bahan bakar bisa menjadi solusi menekan emisi karbon melalui penggunaan bahan bakar alternatif.

Sehingga, kata dia, kehadiran mesin multi bahan bakar yang disajikan di JMS 2025 bisa menjadi jawaban kebutuhan pasar akan kendaraan yang ramah lingkungan di masa yang akan datang.

Murata mengatakan kehadiran mesin multi bahan bakar ini menunjukkan kesiapan sekaligus adaptasi dari Isuzu dalam menjawab tantangan di segmen kendaraan niaga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan akan kendaraan yang efisien, tetap ramah lingkungan, namun juga menawarkan biaya operasional yang rendah untuk mendukung perkembangan bisnis.

"Pendekatan multi-pathway yang diusung juga menunjukkan bagaimana kemampuan Isuzu dalam pengembangan berbagai teknologi, mulai dari elektrifikasi hingga mesin diesel yang selama ini menjadi DNA kendaraan-kendaraan Isuzu," ujar dia.

Media files:
01k8ycjh69t8fka4g64qg9s2as.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar