Suasana SMAN 72 Jakarta Utara beberapa hari setelah ledakan bom dalam sekolah. Foto: Rinddy Seftyan/kumparan
Anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang menjadi pelaku ledakan bom di SMAN 72 Jakarta telah selesai menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati. Kondisinya kini semakin membaik.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan saat ini ABH tersebut ditempatkan di rumah aman.
"Iya, sudah di rumah aman hasil koordinasi dengan Dinsos, Bapas, KPAI, Apsifor, dan UPT P3A dengan penyidik," kata Budi saat dikonfirmasi, Sabtu (29/11).
Meski begitu, Budi mengatakan penyidik masih belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap ABH tersebut. Sebab, proses pemulihan psikologis masih berjalan.
"Setelah dokter psikologis yang menangani menyatakan sudah bisa, maka akan diagendakan pemeriksaan," sambung Budi.
Ledakan bom terjadi di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11) lalu. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun 96 orang mengalami luka, mulai dari tingkat ringan hingga berat.
Ada tujuh bom yang dibawa oleh ABH dan hendak diledakkan di sekolah. Namun, hanya empat bom yang meledak, sedangkan sisanya berhasil diamankan polisi.
Empat bom itu meledak di dalam masjid dan taman baca yang letaknya dekat dengan bank sampah. Untuk bom yang diledakkan di masjid, pelaku menggunakan remote sebagai alat pemicunya. Sementara itu, bom yang diledakkan di taman baca dan bank sampah menggunakan sumbu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar