Area bermain di Taman Joglo Blok Z, Kompleks DKI, Jakarta Barat, Sabtu (11/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
Papan nama di Taman Joglo Blok Z, Kompleks DKI, Jakarta Barat, diketahui sudah rusak sejak tiga tahun lalu. Tulisan nama taman nyaris hilang, hanya menyisakan rangka besi penyangga yang berkarat di tepi area taman.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Sabtu (11/10), di atas rangka besi itu hanya tersisa empat huruf—O, B, G, dan T—yang diikat dengan kabel serta tali rafia seadanya. Jika dirangkai lengkap, seharusnya tulisan itu terbaca "Taman Joglo Blok Z".
Seorang petugas kebersihan yang tengah bertugas di lokasi mengatakan, kerusakan papan nama tersebut sudah terjadi sejak lama.
Area bermain di Taman Joglo Blok Z, Kompleks DKI, Jakarta Barat, Sabtu (11/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
"Udah dua-tiga tahun lalu rusak. Sempat saya perbaiki, tapi besinya udah keropos. Pengawas juga udah lihat dan difoto. Mungkin mau diperbaiki juga," ujar petugas yang enggan disebutkan namanya itu.
Ia menjelaskan, pada 2023 dirinya sempat memperbaiki papan nama tersebut, namun kondisinya kembali rusak akibat besi yang berkarat karena hujan.
"Sudah saya perbaiki, tapi rusak lagi," katanya.
Menurut petugas yang telah bertugas di Taman Joglo Blok Z selama tujuh tahun itu, bagian papan nama yang copot sudah diamankan dan disimpan di pos taman.
Area bermain di Taman Joglo Blok Z, Kompleks DKI, Jakarta Barat, Sabtu (11/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
"Huruf yang copot saya simpan. Pengawas udah lihat, udah dicek sekitar sebulan lalu," ujarnya.
Ketika ditanya soal keamanan area papan nama bagi anak-anak yang bermain di sekitar taman, ia mengaku khawatir. Meski sejauh ini belum ada korban luka, ia tetap waspada.
"Namanya anak kecil, suka ke situ. Yang saya tegur orang tuanya," ucapnya.
Menurutnya, anak-anak kerap penasaran sehingga mendekati area papan nama.
"Paling satu-dua anak aja yang sering ke situ, mungkin karena penasaran," katanya.
Sekat antara jalanan di dalam Taman Joglo Blok Z, Kompleks DKI, Jakarta Barat, pada Sabtu (11/10). Semula penuh batu, namun ludes karena kerap diambil oleh anak-anak yang bermain. Foto: Amira/kumparan
Ia menambahkan, meski sudah tersedia jalan setapak, anak-anak masih sering berjalan tanpa alas kaki melewati tanah dan mendekati area papan nama.
"Masih suka lewat tanah. Ini aja batu di sekat antara jalan setapak udah diambilin anak-anak," ungkapnya.
Ia menduga kerusakan terjadi karena besi penyangga papan nama sudah keropos.
"Hujan, jadi karatan," ujarnya.
kumparan telah mencoba mengonfirmasi Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Kadistamhut) DKI Jakarta, Fajar Sauri, melalui pesan singkat, namun belum direspons.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar