Search This Blog

Pemprov DKI: 180 SPPG di Jakarta Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pemprov DKI: 180 SPPG di Jakarta Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Oct 4th 2025, 13:43 by kumparanNEWS

Ilustrasi SPPG. Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan
Ilustrasi SPPG. Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan bahwa total ada 180 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta. Semuanya belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Adapun SLHS merupakan sertifikat yang wajib dimiliki oleh SPPG atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sertifikat itu sebagai tanda bahwa makanan yang disajikan terjamin mutu kesehatan dan kebersihannya.

"Ada 180 [SPPG di Jakarta]. Kalau yang berbasis sertifikat belum ada, ya, sedang berproses semua. Semuanya sekarang sedang berproses," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, kepada wartawan di Lapangan Tanah Merah, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (4/10).

Suasana proses pengolahan MBG di SPPG Kramat Jati Tengah 1, Jakarta Timur, Selasa (30/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Suasana proses pengolahan MBG di SPPG Kramat Jati Tengah 1, Jakarta Timur, Selasa (30/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ia menyebut, Pemprov DKI Jakarta juga akan bekerja sama dengan pihak terkait dalam rangka penerbitan SLHS kepada 180 SPPG di Jakarta tersebut.

Selain itu, kata Ani, pihaknya pun bakal melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) ulang demi memastikan penyajian MBG dapat lebih higienis.

"Jadi secara masif kita akan melakukan inspeksi kesehatan lingkungan ulang. Sebetulnya dulu ketika awal dibangun kita sudah bikin, nanti kita akan melakukan inspeksi lagi," ucap dia.

"Lalu ada percepatan supaya mereka segera menyesuaikan dengan persyaratan SLHS, sehingga kita bisa menerbitkan SLHS-nya," terangnya.

Ani menekankan bahwa proses penerbitan SLHS tersebut ditargetkan rampung dalam dua pekan ke depan.

"Kalau semuanya lancar, proses ini ditargetkan selesai dua minggu, ya. Dua minggu ke depan," imbuh Ani.

Lebih lanjut, Ani mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta juga akan memberikan pelatihan ke petugas SPPG di Jakarta. Pelatihan itu untuk memperbaiki tata kelola pelaksanaan program MBG yang belakangan ini menimbulkan keracunan terhadap sejumlah siswa.

Ia menyebut, bahwa ada sekitar kurang lebih delapan ribu petugas SPPG yang akan diberikan pelatihan tersebut.

"Kami melakukan pelatihan terhadap penanggung jawab dari SPPG-nya dan juga terhadap penjamah makanannya. Ada targetnya sekitar berapa orang yang dilatih, sekitar 8 ribu," kata Ani.

"Sekitar 8 ribu orang akan kami latih terus gitu, supaya bisa mengelola tata laksana di SPPG-nya masing-masing dengan lebih baik," jelas dia.

Menurutnya, dalam pelaksanaan IKL dan pemberian pelatihan tersebut, semua SPPG di Jakarta pun kooperatif mendukung perbaikan program MBG.

"SPPG semuanya sudah kooperatif ya, semuanya sudah kooperatif, kita sudah berkomitmen lakukan inspeksi lalu mereka akan, kalau ada yang tidak sesuai, akan disesuaikan dengan ketentuan yang ada," tutur dia.

"Supaya kami dapat memberikan sertifikat laik sehatnya secara cepat. Ini adalah proses percepatan dan sesudah itu akan ada pengawasan," pungkasnya.

Media files:
01k6c2nwszhr1ke5egbpd37zsy.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar