Search This Blog

Kinerja Wasit & Tingkah Ulur Waktu Irak Picu Emosi Suporter Timnas

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kinerja Wasit & Tingkah Ulur Waktu Irak Picu Emosi Suporter Timnas
Oct 12th 2025, 08:46 by kumparanBOLA

Maarten Paes saat berduel dengan pemain Irak saat Timnas Indonesia menghadapi Irak dalam lanjutan Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (12/10) dini hari WIB. Foto: Stringer/REUTERS
Maarten Paes saat berduel dengan pemain Irak saat Timnas Indonesia menghadapi Irak dalam lanjutan Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (12/10) dini hari WIB. Foto: Stringer/REUTERS

Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Irak dalam pertandingan Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia, Minggu (12/10) dini hari WIB. Hasil ini membuat Indonesia dipastikan gagal lolos Piala Dunia 2026.

Gol kemenangan Irak dicetak oleh Zidane Iqbal pada menit 76. Indonesia berusaha membalas, namun tetap tak mampu membobol gawang tim Timur Tengah itu.

Laga ini diwarnai tensi tinggi, terutama di babak kedua. Pemicunya adalah keputusan-keputusan kontroversial dari wasit. Adapun wasit di laga tersebut adalah Ma Ning, seorang wasit asal China.

Beberapa keputusan dinilai merugikan Timnas Indonesia. Contohnya adalah saat menit 66, ketika Indonesia melancarkan serangan balik cepat. Bola diarahkan ke Ole Romeny yang sudah siap menusuk pertahanan lawan. Romeny dijegal dengan kasar oleh Zaid Tahseen, yang saat itu merupakan orang terakhir. Namun, wasit hanya memberikan kartu kuning.

Kemudian, momen saat Kevin Diks ditendang dengan keras pada menit 77 oleh Merchas Doski. Wasit bahkan tidak menganggap hal itu sebagai pelanggaran.

Drama juga tersaji di menit akhir. Kevin Diks disikut oleh Zaid Tahseen di kotak penalti. Memang, Zaid Tahseen mendapatkan kartu kuning kedua, berbuah kartu merah. Namun, anehnya, wasit tidak menunjuk titik putih untuk Indonesia.

Ricky Kambuaya saat berduel dengan pemain Irak saat Timnas Indonesia menghadapi Irak dalam lanjutan Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (12/10) dini hari WIB. Foto: Stringer/REUTERS
Ricky Kambuaya saat berduel dengan pemain Irak saat Timnas Indonesia menghadapi Irak dalam lanjutan Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (12/10) dini hari WIB. Foto: Stringer/REUTERS

Serangkaian keanehan wasit tersebut memicu amarah suporter Indonesia yang hadir di King Abdullah Sports City, Jeddah. Belum lagi, pemain-pemain Irak kerap ulur waktu usai mereka berhasil unggul terlebih dahulu.

Penonton Indonesia kemudian melemparkan barang-barang ke arah lapangan. Para pemain langsung menghampiri dan meminta suporter menghentikan lemparan.

Usai laga, kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, bercerita bahwa wasit tak mau jabat tangan setelah pertandingan.

"Di akhir pertandingan, saya ingin menjabat tangan wasit dan mereka menolak. Saya selalu menunjukkan rasa hormat, saya ada di lapangan, saya memastikan semua orang menjauh dari wasit [saat ada protes], saya berusaha berbicara dengan sopan kepada mereka. Dan meskipun mereka membuat beberapa keputusan yang tidak menguntungkan kami, kami tetap harus bersikap hormat," kata Jay Idzes.

Media files:
01k7ahb9f7m7pnrjyn05vr18ay.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar