Aphink, salah satu perajin pelipat kertas sembahyang di Kubu Raya. Foto: Rabiansyah/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Jelang festival kue bulan, Aphink, salah satu perajin pelipat kertas sembahyang di Kubu Raya mengaku kebanjiran orderan. Hal itu ditekuni nya selama 6 bulanan, bahkan kertas yang dibuatnya tembus hingga ke Malaysia.
"Beberapa pekan sebelum perayaan kue bulan, aktivitas melipat dan membentuk kertas sembahyang sudah dilakukan sehingga saat 6 Oktober sudah selesai," kata Aphink, Sabtu 4 Oktober 2025.
Ia mengaku, sudah menekuni hal ini beberapa bulanan. Usaha ini dimulai saat dirinya rutin melipat kertas sembahyang yang digunakan sendiri. Kemudian dilirik oleh rekan dan sahabat yang meminta untuk dibuatkan kerajinan serupa.
"Baru 5 bulan sih karena kawan liat bagus dan minta buatkan jadi saya coba buat. Sampai sekarang pesanan juga beragam, sampai ke Malaysia," tambahnya.
Untuk harga sendiri, ia menyebut bervariasi dari tingkat kesulitan hingga bentuk yang diinginkan serta bahan baku yang sulit didapatkan. Hal ini merupakan salah satu tradisi masyarakat Tionghoa ketika hari besar tiba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar