Gubernur Bali Wayan Koster memberi tanggapan saat ditemui di Pasar Badung, Kota Denpasar, Kamis (18/9/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, meminta Gubernur Bali Wayan Koster, waspada potensi banjir saat musim hujan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Januari–Februari 2026.
Hal ini karena curah hujan pada musim ini berpotensi tinggi, sehingga dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
"Karena itu, pemerintah daerah, instansi teknis, serta masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan," kata Dwikorita dalam keterangan pers Pemprov Bali, Kamis (9/10).
Dwikorita juga meminta Koster memetakan wilayah rawan banjir, pemeriksaan dini aliran sungai di kawasan perbukitan, dan penataan kembali badan sungai yang mengalami pendangkalan atau penyempitan mengantisipasi banjir.
Dwikorita menginstruksikan agar aktivitas penggalian di lereng perbukitan dihentikan karena memiliki potensi longsor tinggi.
"Segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi bila ada tanda-tanda banjir bandang, seperti air sungai yang naik cepat, suara gemuruh, atau bau lumpur yang menyengat," katanya.
Sejumlah warga membersihkan sampah di area jembatan saat banjir akibat hujan deras di Denpasar, Bali, Rabu (10/9/2025). Foto: Sonny Tumbelaka/AFP
Di tempat yang sama, Koster mengaku sudah memerintahkan sejumlah instansi terkait melakukan pemetaan daerah rawan banjir dan longsor, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap daerah aliran sungai (DAS) dari hulu hingga hilir guna mencegah terulangnya banjir di sejumlah wilayah.
"Langkah-langkah ini meliputi normalisasi sungai, penanaman kembali kawasan gundul, audit terhadap empat DAS besar yaitu Ayung, Badung, Mati, dan Unda, serta penertiban bangunan yang melanggar tata ruang di bantaran sungai," tegas Koster.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar