Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat saat acara literasi media di Gedung Dewan Pers, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Ketua Dewan Pers Professor Komaruddin Hidayat menegaskan peran penting wartawan sebagai penulis sejarah yang mempengaruhi cara masyarakat memandang dunia.
Hal itu disampaikan Komaruddin saat membuka acara Literasi Media di Era Artificial Intelligence (AI) di Gedung Dewan Pers, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (9/10).
Komaruddin menekankan setiap karya jurnalistik memiliki nilai pengetahuan dan etika yang dapat membentuk persepsi publik.
"Jadi, dimulai dari apa yang ada dalam ide kita. Dan itu knowledge and ethic. Ini penting sekali. Informasi itu kategorinya kan macam-macam. Ada informasi yang kuat, informasi yang menakutkan, informasi hiburan, tapi ada informasi yang mencerahkan," ujar Komaruddin.
Dewan Pers dan GOTO menyelenggarakan acara literasi media pada era artificial intelligence (AI) di Gedung Dewan Pers, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Ia mengingatkan, berita tidak hanya berisi informasi, tetapi juga mengandung pesan moral dan kebijaksanaan di balik setiap peristiwa.
"Oleh karena itu, Anda sebagai penulis tidak akan pernah habis-habisnya untuk memberitakan kepada masyarakat. Karena di balik berita itu Anda bisa mengorek apa, mengapa. Jadi satu analisis, satu wisdom di balik berita," tuturnya.
Komaruddin kemudian menegaskan, wartawan memiliki peran besar dalam membentuk pandangan publik dan arah sejarah bangsa.
"Sehingga akhirnya ada ungkapan gini, sejarah itu yang mengubah siapa? Penulis sejarah. Yang bisa mengubah sejarah adalah penulis sejarah. Karena pada akhirnya masyarakat itu dalam memandang dunia dipengaruhi apa yang ditulis," kata Komaruddin.
"Dan Anda semua adalah news maker. Karena Anda semua news maker, maka Anda semua sesungguhnya leader of society," tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar