Demonstran berpartisipasi dalam protes setelah keluarga sandera menyerukan pemogokan nasional untuk menuntut pengembalian semua sandera dan diakhirinya perang di Gaza, di Tel Aviv, Israel, Minggu (17/8/2025) waktu setempat. Foto: Shir Torem/REUTERS
Hamas akan memulai membebaskan sandera Israel pada Senin (13/10) pagi, sesaat sebelum perundingan perdamaian dimulai di Sharm el-Sheikh Mesir.
Dilansir dari AFP, ini adalah bagian dari perjanjian gencatan senjata fase pertama dari konflik yang dimulai sejak 7 Oktober 2023 ini.
Setidaknya, akan ada 20 sandera Israel yang dipercaya masih hidup akan dibebaskan Hamas, sementara sandera itu akan ditukar dengan 2.000 sandera dari pihak Palestina.
"Sesuai dengan kesepakatan, pertukaran sandera akan diadakan pada Senin pagi," kata salah satu pejabat Hamas, Osama Hamdan, kepada AFP, Sabtu (11/10).
Pejabat politik Hamas Osama Hamdan berbicara dalam sebuah wawancara khusus dengan The Associated Press di Doha, Qatar, Selasa (13/8/2024). Foto: Malak Harb/AP Photo
Sementara siangnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Mesri Abdel Fattah al-Sisi akan mengetuai perundingan damai, yang akan dihadiri lebih dari 20 pemimpin negara di kawasan Sharm el-Sheikh.
Tak hanya itu, Sekjen PBB Antonio Guterres juga dijadwalkan akan hadir. Hadir pula Perdana Menteri (PM) dari Inggris, Italia, dan Spanyol serta Presiden Prancis.
Belum ada kepastian mengenai kehadiran dari PM Israel Benjamin Netanyahu. Sementara delegasi Hamas juga tak akan hadir.
Keputusan mereka akan diwakili oleh diplomat dari Qatar dan Mesir.
Meski begitu, Hamas akan menghadapi keputusan yang rumit yang kemungkinan melucuti mereka dan menyingkirkan mereka dari Gaza.
"Rencana perdamaian Trump membawa kompleksitas dan kerumitan. Bahwa menyingkirkan dan melucuti kami adalah sebuah keputusan yang tak bisa diterima," ucap seorang pejabat Hamas yang minta anonimitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar