Albana Herdafa tampil di runway Versace di Milan Fashion Week. Foto: Instagram @albanaherdafa
"Industri fashion memang punya tren, tapi justru mereka mencari orang yang bisa membawa sesuatu yang baru. Jadi saya selalu berusaha menampilkan karakter asli saya, tanpa takut untuk terlihat berbeda," ujar Albana Herdafa kepada kumparanWOMAN.
Model asal Jakarta itu baru saja mencatat pencapaian besar dalam kariernya. Pada 26 September 2025, Albana tampil di runway Versace dalam gelaran Milan Fashion Week 2025.
Sebelumnya, Albana sempat menjadi muse untuk Hermès dalam Runway Show di Seoul, Korea Selatan. "Sebelumnya saya pernah jadi model untuk Runway Show in Seoul, South Korea. Tapi untuk Debut Worldwide tetap di Versace Milan Fashion Week ini," ungkap Albana.
Perjalanannya hingga ke runway internasional bukanlah hal yang mudah. Ia pun menceritakan hal itu kepada kumparanWOMAN. Mari simak proses Albana dan cerita saat melenggang di Milan Fashion Week.
Awal mula karier sebagai model
Albana bercerita, awal ia terjun ke dunia modelling karena dorongan dari teman-temanya. "Teman-teman saya bilang kalau saya punya modal untuk jadi model, tapi saat itu saya sendiri ragu dan belum yakin. Pada akhirnya saya coba ikut casting audisi," ujarnya.
Ia pertama kali mengikuti audisi model Persona Management pada 2024. Laki-laki berusia 24 tahun itu berhasil melalui proses audisi hingga mencapai grand final. Dari sana, ia kemudian menandatangani kontrak dengan agensi tersebut.
Sejak itu, Albana banyak belajar tentang dunia modeling. Ia kemudian ditarik untuk menjadi model traveling oleh 3M Models (MA), dan setelahnya mendapat kesempatan bergabung dengan beberapa agensi luar negeri, seperti 1st Management di Korea, Elite Milan di Italia, serta Bananas Models di Paris.
Menapaki proses yang ketat untuk menjadi model merek Versace
Dalam memilih model untuk memperagakan busananya, Versace memilihnya dengan ketat. Bukan hanya soal fisik, melainkan kecakapan dalam attitude dan profesionalitas juga menjadi pilar utama meliana. Rumah mode asal italia ingin orang yang terpilih bisa mencerminkan karakter brand saat di runway.
Tantangan paling besar yang ia rasakan adalah mempertahankan kepercayaan diri di tengah persaingan ketat. Apalagi, kandidat lain datang dari berbagai negara. Tak cuma itu, ia juga harus memastikan kondisi tubuh tetap prima saat proses seleksi.
"Saya harus melewati casting dengan persaingan yang sangat tinggi, di antara ratusan model dari berbagai negara. Tantangan terbesarnya adalah menjaga kepercayaan diri di tengah kompetisi itu, serta memastikan tubuh dan mental tetap fit menghadapi jadwal yang padat," ungkapnya.
Albana dapat respon positif saat menjadi model
Albana Herdafa. Foto: Instagram @albanaherdafa
Setelah melewati perjalanan panjang, perjuangan Albana akhirnya membuahkan hasil. Penampilannya di runway menuai respon positif dan mendapat banyak apresiasi berkat keunikannya.
"Alhamdulillah, tanggapan mereka positif. Banyak yang menghargai keunikan saya. Mulai dari postur, karakter wajah, sampai cara berjalan," ujar Albana.
Dari pengalaman itu, ia semakin yakin bahwa keunikan justru bisa menjadi kekuatan. Menurutnya, industri fashion kini tidak lagi terpaku pada standar lama, melainkan mencari sesuatu yang berbeda dan autentik.
Sempat berpikir belum cukup baik
Meski telah melangkah jauh, Albana tidak menampik bahwa dirinya kerap dilanda keraguan. Ia pernah bertanya pada diri sendiri, "Apakah saya cukup baik untuk berada di level ini?".
Namun, dari pertanyaan itu ia belajar bahwa rasa ragu adalah bagian dari perjalanan hidup. Alih-alih menyerah, Albana justru menjadikannya bahan bakar untuk terus maju. Ia berusaha membangun kembali kepercayaan diri dengan mengingat proses panjang yang sudah ia lalui.
"Setiap kali ragu, saya selalu mengingatkan diri sendiri: kalau sudah sampai di titik ini, berarti saya memang mampu. Dari sana muncul keyakinan bahwa saya bisa memberikan yang terbaik," ujarnya.
Albana tidak takut terlihat berbeda untuk tampil autentik
Albana Herdafa. Foto: Instagram @albanaherdafa
Berkecimpung sebagai model membuat Albana semakin memahami dinamika industri fashion. Ia menyadari bahwa meski tren selalu berubah, justru yang dicari adalah sosok yang mampu menghadirkan sesuatu yang baru.
Karena itu, Albana berusaha selalu menampilkan dirinya apa adanya, tanpa dibuat-buat. "Saya selalu berusaha menampilkan karakter asli, tanpa takut terlihat berbeda," ungkapnya.
Bagi Albana, kunci untuk tampil autentik adalah keberanian mengenal dan menerima diri sendiri. "Jujur pada identitas, dan berani menonjolkan hal-hal yang membuat kita berbeda," tambahnya.
Pesan Albana untuk anak muda di Indonesia
Setiap negara memiliki keragaman dan keindahannya masing-masing. Albana menegaskan bahwa anak muda Indonesia tidak seharusnya membatasi diri hanya karena asal-usul atau latar belakang, sebab setiap individu memiliki potensi besar untuk berkembang.
Ia juga berpesan agar generasi muda berani bermimpi tinggi. "Mungkin terdengar jauh, bahkan tidak masuk akal. Tapi dengan kerja keras, disiplin, dan keberanian, semuanya bisa tercapai. Yang penting adalah konsistensi, percaya pada proses, dan tidak takut gagal," tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar