Search This Blog

Arista Boyong Farizon, Mobil Niaga Listrik yang Siap Bersaing dengan Gran Max

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Arista Boyong Farizon, Mobil Niaga Listrik yang Siap Bersaing dengan Gran Max
Oct 3rd 2025, 11:00 by kumparanOTO

Farizon, merek kendaraan niaga listrik baru untuk pasar Indonesia, dibawa Arista Group. Foto: Dok. Farizon
Farizon, merek kendaraan niaga listrik baru untuk pasar Indonesia, dibawa Arista Group. Foto: Dok. Farizon

Arista Group menambah deretan mobil elektrifikasi dengan memegang kendali distribusi merek Farizon di Indonesia. Farizon merupakan anak usaha dari Zhejiang Farizon New Energy Commercial Vehicle Group, bagian dari Geely Holding Group.

Director Arista Group, Christoforis Ronny Ng, mengatakan kerja sama ini ditegaskan lewat distributor agreement yang ditandatangani bersama Arista Auto Elektrindo.

"Proyeksi kita akan masuk hampir semua segmen komersial, mulai dari skala kecil hingga besar. Karena pada saat ini mereka kan posisinya di China dan dunia nomor 1 untuk NEV komersial," kata Ronny saat berkunjung ke kantor kumparan di Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2025).

Director Arista Group, Christoforis Ronny Ng. Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
Director Arista Group, Christoforis Ronny Ng. Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Ronny juga menambahkan, Farizon sudah memiliki jejak kuat di berbagai pasar global. Pengalamannya di sektor kendaraan komersial listrik sudah digunakan di beberapa negara.

"Hanya mereka belum banyak main di Asia Tenggara, mereka banyak bermain di Timur Tengah sama di Eropa. Banyak Farizon di UK, Australia, Spanyol, Prancis mereka menguasai di situ," jelasnya.

Sebagai catatan, Farizon memiliki lini elektrifikasi yang lengkap. Mulai dari truk, kendaraan niaga ringan (LCV) hinga bus.

Mobil niaga listrik Farizon. Foto: Dok. Farizon
Mobil niaga listrik Farizon. Foto: Dok. Farizon

Beberapa produk andalannya ada Farizon G Methanol Tractor, H7EV 6x4 Charging Tractor, H9E, Farizon SV sampai V6E yang mampu digunakan untuk mendukung sektor industri mulai dari transportasi perkotaan hingga urusan logistik.

Masuknya Farizon ke Indonesia tak lepas dari besarnya potensi kendaraan komersial listrik di Tanah Air. Pasalnya saat ini kebanyakan pabrikan fokus pada kendaraan penumpang.

"Nanti kita akan masukkan (kendaraan niaga listrik), sekarang kita sedang finalisasi untuk spesifikasi produknya. Intinya kita masuk sesuai dengan kebutuhan Indonesia juga," ungkapnya.

Arista memastikan Farizon bakal bermain di segmen light commercial vehicle. Segmen ini dikenal sebagai pasar yang selama ini dikuasai oleh jenama Jepang seperti Daihatsu Gran Max, yang juga tengah menyiapkan versi listriknya untuk pasar Indonesia.

Daihatsu menciptakan sebuah prototype yang menarik perhatian,  Vizion-F di GIIAS 2023.  Foto: Sena Pratama/kumparan
Daihatsu menciptakan sebuah prototype yang menarik perhatian, Vizion-F di GIIAS 2023. Foto: Sena Pratama/kumparan

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) pernah membawa mobil konsep niaga. Adalah Daihatsu Vizion-F yang secara tampilan mirip dengan Daihatsu Gran Max blind van versi modern.

Ronny juga menegaskan pihak Arista Group sedang mengusahakan untuk menghadirkan segmen kendaraan ramah lingkungan yang cocok untuk pasar Tanah Air.

"Sedang kita minta untuk segmen light commercial," tegas Ronny.

Farizon, merek kendaraan niaga listrik baru untuk pasar Indonesia, dibawa Arista Group. Foto: Dok. Farizon
Farizon, merek kendaraan niaga listrik baru untuk pasar Indonesia, dibawa Arista Group. Foto: Dok. Farizon

Menurutnya, tantangan terbesar ada pada edukasi soal kebutuhan perawatan kendaraan listrik.

"Nah ini yang kita butuhkan soal edukasi, kalau mobil biasa itu spare parts. Kalau BEV nggak perlu dipikirin. Itu sparepart itu paling kanvas rem, oli nggak perlu dipikirin," jelasnya.

Rony menyebut, perbedaan utama antara mesin pembakaran dan listrik membuat konsumen harus paham manfaat efisiensi.

"Kalau ICE mesin rusak bisa piston dan sebagainya. Kalau BEV motornya rusak ganti motornya," tambahnya.

Ia juga menegaskan kendaraan listrik jauh lebih minim biaya perawatan.

Farizon, merek kendaraan niaga listrik baru untuk pasar Indonesia, dibawa Arista Group. Foto: Dok. Farizon
Farizon, merek kendaraan niaga listrik baru untuk pasar Indonesia, dibawa Arista Group. Foto: Dok. Farizon

"Ganti oli nggak perlu dipikirin. Kalau BEV itu paling ganti pelumas 1 liter per 100 ribu kilometer, jadi nggak perlu ganti oli mesin atau transmisi," katanya.

Ronny berharap, pemerintah turut mendukung adopsi kendaraan listrik komersial. Selain ramah lingkungan, nantinya kendaraan ini pun bisa menekan penggunaan bahan bakar bersubsidi.

"BEV komersial ini mudah-mudahan dari pemerintah tidak ada kebutuhan yang lain. Subsidi paling berat itu kan solar, kalau bisa ke BEV itu bisa buat saving pemerintah besar," ujarnya.

Media files:
01k6jedkz0755r0mpj9nth0zz5.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar