Petugas menyusun yang dolar AS dan rupiah di Bank Syariah Indonesia (BSI), Bekasi, Jawa Barat, Jumat (21/2/2025). Nilai tukar rupiah (kurs) pada pembukaan perdagangan hari Jumat (21/2). Foto: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Bank Indonesia (BI) melaporkan aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik senilai Rp 9,76 triliun pada pekan pertama Oktober 2025, tepatnya dalam periode transaksi 29 September hingga 2 Oktober.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyatakan terdapat modal asing keluar bersih di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 9,16 triliun dan pasar saham sebesar Rp 3,31 triliun.
"Serta beli (modal asing masuk) neto sebesar Rp 2,71 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)," kata Ramdan Denny melalui keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu (4/10).
Dari awal 2025 hingga 2 Oktober 2025, tercatat aliran keluar bersih dana asing di pasar saham mencapai Rp 53,43 triliun dan di SRBI sebesar Rp 128,40 triliun. Sementara itu, aliran masuk bersih modal asing di pasar SBN mencapai Rp 24,39 triliun.
Credit Default Swaps (CDS) tenor 5 tahun turun ke 78,87 bps basis poin per Kamis (2/10), dari sebelumnya 83,04 bps basis poin per Jumat (26/9).
Di pasar obligasi, per Jumat (3/10) pagi, yield SBN tenor 10 tahun turun ke 6,30 persen dari sebelumnya 6,32 persen pada akhir perdagangan Kamis (2/10). Sementara imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun berada di level 4,083 persen.
Nilai tukar rupiah pada Kamis (2/10) ditutup di Rp 16.580 per dolar AS. Kemudian melemah tipis pada Jumat (3/10) ke Rp 16.610 per dolar AS.
"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," tutur Ramdan Denny.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar