Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ditemui di JCC, Jakarta Pusat usai Investor Daily Summit 2025 pada Kamis (9/10/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut realisasi investasi yang masuk hingga kuartal III 2025 telah menembus angka Rp 1.400 triliun. Angka ini semakin mendekati target realisasi secara tahun penuh untuk 2025.
Untuk tahun 2025, target realisasi tahun penuh yang dibutuhkan adalah Rp 1.905,6 triliun. Angka tersebut ditetapkan untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen.
"Kemudian dari segi investasi pada semester 1 ini sesuai dengan target atau naik 13,6 persen, ini mencapai angka Rp 943 triliun dan di kuartal ketiga juga relatif angka Rp 1.400 (triliun) akan tembus, sehingga fundamental dari segi investasi akan tercapai," kata Airlangga dalam Investor Daily Summit 2025 di JCC, Jakarta Pusat pada Kamis (9/10).
Meski demikian, Kementerian Investasi/BKPM sampai saat ini belum merilis capaian realisasi investasi sampai kuartal III 2025.
Salah satu sektor investasi yang meningkat, menurut Airlangga, adalah sektor kendaraan listrik dibanding kendaraan otomotif lainnya. Hal ini terjadi seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Dengan begitu, Airlangga melihat masyarakat bisa memiliki lebih banyak pilihan terkait kendaraan listrik. Dampak baiknya, harga kendaraan juga dapat lebih murah.
'Ya mungkin sekarang masyarakat pilihannya lebih banyak. Jumlah merek yang beredar di sektor otomotif lebih dari 40 merek. Artinya, harga otomotif turun di tahun ini," ujarnya.
Terkait investasi, sebelumnya Wakil Menteri Investasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, mengungkapkan realisasi investasi yang dibutuhkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen mencapai Rp 13.032,8 triliun. Angka tersebut merupakan akumulasi target lima tahun dari 2025-2029.
Secara rinci untuk tahun per tahun, pada 2025 dengan target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen, target realisasi investasi yang dibutuhkan adalah Rp 1.905,6 triliun.
Selanjutnya pada 2026 dengan pertumbuhan ekonomi yang ditarget menjadi 6,3 persen, realisasi investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 2.175,26 triliun. Pada 2027, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 7,5 persen dan realisasi investasi yang dibutuhkan adalah Rp 2.567,47 triliun
Pada tahun 2028, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi mencapai 7,7 persen, realisasi investasi yang dibutuhkan adalah Rp 2.969,64 triliun. Terakhir pada 2029 dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen, nilai realisasi investasi yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 3.414,82 triliun.
Dengan begitu, rata-rata realisasi investasi dalam periode 2025-2029 diproyeksikan tumbuh 15,67 persen per tahun. Target sebesar Rp 13.023,8 atau USD 814,6 tersebut dihitung dengan asumsi nilai tukar 1 USD sama dengan Rp 16.000.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar