Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ditemui di JCC, Jakarta Pusat usai Investor Daily Summit 2025 pada Kamis (9/10/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
Negosiasi tarif resiprokal Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) sempat terkendala Government Shutdown yang terjadi di Negeri Paman Sam. Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap negosiasi akan dilanjutkan dan ditarget rampung dalam 2 sampai 3 minggu ke depan.
Pada Selasa (7/10) malam, Airlangga juga sudah membicarakan hal tersebut dengan pimpinan United States Trade Representative (USTR), Jamieson Greer.
"Ya tentu akan dilanjutkan perlu dengan lebih intensif lagi dalam bulan ini dan harapannya bisa diselesaikan dalam 2-3 minggu ke depan," kata Airlangga ditemui di JCC, Jakarta Pusat usai Investor Daily Summit 2025 pada Kamis (9/10).
Sebelumnya, Airlangga sempat menyebut negosiasi lanjutan itu terhenti sementara akibat government shutdown di AS.
"Jadi tim negosiasi berunding melalui zoom. Tetapi dengan adanya shutdown di Amerika, itu termasuk kita juga kena. Kena shutdown, artinya negosiasinya sementara terhenti," kata Airlangga dalam konferensi pers di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/10).
Government Shutdown adalah kondisi sebagian besar operasi Pemerintahan AS dihentikan karena Kongres (DPR dan Senat) gagal menyetujui undang-undang alokasi dana (anggaran) untuk membiayai lembaga-lembaga pemerintah sebelum batas waktu yang ditentukan (akhir tahun fiskal, yaitu 30 September).
Airlangga memang menargetkan negosiasi tarif resiprokal dengan AS dapat rampung pada Oktober 2025. Indonesia mendapat tarif sebesar 19 persen, dari sebelumnya 32 persen. Airlangga menjelaskan tarif impor AS terhadap sejumlah produk Indonesia saat ini masih dalam proses negosiasi. Namun, ekspor dipastikan tetap berjalan.
Meski ada sejumlah pembatasan dari AS, permintaan terhadap produk Indonesia tetap kuat. Ia mencontohkan ekspor furnitur yang masih berjalan, termasuk kayu meranti yang tetap diminati pasar AS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar