Suasana pelepasan delegasi Indonesia yang akan berlayar ke Gaza, Jumat (5/9) oleh Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi. Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan
Sejumlah relawan Indonesia sedang bersiap untuk berlayar menuju Gaza untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Saat ini, para relawan itu sudah berada di Tunisia untuk nantinya memakai kapal menembus blokade Israel.
Total ada 33 orang relawan yang berasal dari Indonesia. Delegasi Indonesia, Indonesia Global Peace Convoy (IGPC), sudah menyiapkan lima kapal yang isinya membawa bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza yang tengah dilanda kelaparan akibat ulah zionis Israel.
IGPC merupakan inisiatif kolektif masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam Global Sumud Flotilla 2025. Ada 23 organ atau lembaga yang terlibat dalam IGPC, salah satunya adalah Dompet Dhuafa.
Wanda Hamidah
Wanda Hamidah siap berlayar menuju Gaza dalam agenda Global Sumud Flotilla, Kamis (4/9/2025). Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan
Dari puluhan nama relawan Indonesia, tercatat ada Wanda Hamidah termasuk di dalamnya. Selama tiga hari terakhir, ia menjalani pelatihan dan technical meeting di Tunisia bersama ratusan aktivis kemanusiaan dari berbagai belahan dunia.
Pelatihan itu mencakup urusan administratif, mitigasi risiko di laut, hingga berbagi pengalaman dari aktivis yang pernah bergabung di flotilla sebelumnya.
"Kami dikasih tahu do's and don'ts, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, selama pelayaran," cerita Wanda kepada jurnalis kumparan di Tunisia.
Mengawali karier sebagai model, Wanda kemudian beralih profesi menjadi politikus dengan bergabung partai politik.
Karier politiknya diawali dengan bergabung PAN. Ketika jadi politikus PAN, perempuan kelahiran 1977 ini pernah menjabat Anggota DPRD Jakarta.
Setelahnya, dia pindah ke NasDem, kemudian ke Golkar. Namun pada akhirnya dia pun memutuskan keluar dari Golkar.
Bagi Wanda, keterlibatannya dalam pemberian bantuan ke Gaza bukan hal tiba-tiba. Selama ini ia dikenal aktif dalam aksi-aksi kemanusiaan untuk Palestina. Tahun lalu, ia bahkan sempat berangkat ke Mesir dalam rangkaian Global March of Gaza.
"Saya enggak bisa hanya berdiam diri menyaksikan genosida yang kita kita saksikan secara live streaming hari demi hari, gitu. Jadi selama saya bisa melakukan sesuatu yang lebih nyata, with action, tentu saya akan lakukan action itu," ungkap dia.
Chiki Fawzi
Chiki Fawzi jadi salah satu influencer yang akan berlayar ke Gaza dalam agenda Global Sumud Flotilla, Kamis (4/9/2025). Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan
Tak hanya Wanda Hamidah, tokoh lain yang turut menjadi relawan adalah Chiki Fawzi. Putri dari artis Ikang Fawzi dan Marissa Haque.
Bagi Chiki, kepedulian terhadap Palestina bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Ia menyebut, sejak kuliah di Malaysia sudah terbiasa berdiskusi dan berjuang bersama mahasiswa asal Palestina. Bahkan, kata dia, sang ibu-lah yang pertama kali menanamkan pentingnya membela Baitul Maqdis.
"Kalau bahasa ibu saya, ada hujah yang harus diperjuangkan di sana," kata Chiki.
Sebelum ikut berlayar, Chiki berusaha mengangkat isu Palestina lewat cara yang dekat dengan dirinya yaitu dunia pop culture. Baginya, itu penting agar isu kemanusiaan ini tidak sepi, apalagi di tengah ruang digital yang kerap menenggelamkan suara Palestina.
"Genosida itu selalu berbarengan dengan verisida—mematikan kenyataan dan kebenaran," ujarnya. "Jadi kita-kita yang punya media sosial ini harus menyambungkan kebenaran dan apa yang terjadi di Gaza."
Ketika pendaftaran Flotilla 2025 dibuka, Chiki langsung mendaftar. Namun, keputusannya tidak serta-merta mudah diterima keluarga.
"Ayah saya sempat kaget, tapi pelan-pelan akhirnya mengizinkan. Sampai sekarang saya masih berharap doa dan rida beliau," ucapnya.
Pelatihan yang dijalani di Tunisia menurutnya sangat bermanfaat, terutama untuk menjaga kondisi mental selama pelayaran. "Kita diajarkan bagaimana meng-handle diri supaya bisa memberikan vibe positif untuk sekapal. Karena apa yang terjadi sama kita bisa menular ke orang lain," katanya.
Ia sadar, perjalanan ini penuh ketidakpastian. Laut lepas, ancaman zionis, hingga badai yang mengadang kapal dari Barcelona menjadi risiko nyata. Namun Chiki menyebut koordinasi di bawah pimpinan Ustaz Husein Gaza membuat mereka tetap yakin berada di jalur yang benar.
Sebagai sosok publik yang juga dikenal dekat dengan anak muda, Chiki punya pesan khusus.
"Please, wake up. Banyak anak muda dari negara-negara bule, nonmuslim, tapi bergerak atas dasar kemanusiaan. Semoga teman-teman muda di Indonesia juga peduli," ujarnya.
Ia mengingatkan, perang bukan hanya soal senjata, tapi juga narasi. "Genosida selalu berbarengan dengan verisida—mematikan kenyataan. Maka kita harus lawan dengan membuka mata, membuat sesuatu, dan berada di sisi sejarah yang benar."
Suasana pelepasan delegasi Indonesia yang akan berlayar ke Gaza, Jumat (5/9) oleh Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi. Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan
Total ada sekitar 300 orang relawan yang akan berlayar menuju Gaza untuk memberikan bantuan. Termasuk 33 relawan asal Indonesia.
Awal keberangkatan dijadwalkan pada 4 September. Namun, kemudian tertunda karena faktor cuaca.
Rencananya, kapal-kapal Indonesia bersama 43 negara lainnya akan bertolak dari pelabuhan Tunisia pada Minggu 7 September.
Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, melepas delegasi Indonesia yang akan berlayar ke Gaza, Jumat (5/9). Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan
Duta Besar (Dubes) RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, melepas delegasi Indonesia yang akan berlayar ke Gaza dalam agenda Global Sumud Flotilla, Jumat (5/9).
Acara pelepasan maupun pembacaan doa digelar sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Lokasinya berada di wisma kantor Kedubes RI untuk Tunisia.
Momen pembacaan doa Hizib Bahar untuk memohon perlindungan dan keselamatan delegasi Indonesia yang akan berlayar ke Gaza pada Jumat (5/9). Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparanMomen saling berpelukan usai pembacaan doa Hizib Bahar untuk memohon perlindungan dan keselamatan delegasi Indonesia yang akan berlayar ke Gaza pada Jumat (5/9). Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan
Para relawan diajak untuk ikut membaca doa Hizib Bhar. Pembacaan doa dipimpin oleh Idris Ahmad Rifai, kandidat doktor tafsir di Tunis El Manar.
Seusai pembacaan doa, suasana haru pun menyelimuti para relawan. Mereka saling berpelukan dan saling menguatkan. Segala risiko terburuk sudah diketahui para relawan.
— — —
#JagaIndonesiaLewatFakta kumparan mengajak masyarakat lebih kritis, berperan aktif, bijak, dan berpegang pada fakta dalam menghadapi isu bangsa, dari politik, ekonomi, hingga budaya. Dengan fakta, kita jaga Indonesia bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar