Search This Blog

Temu Rakyat Sumatera di Lampung Timur, Soroti 6 Kasus Perampasan Ruang Hidup

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Temu Rakyat Sumatera di Lampung Timur, Soroti 6 Kasus Perampasan Ruang Hidup
Sep 6th 2025, 13:15 by Lampung Geh

Kegiatan Temu Rakyat Sumatera di Desa Sripendowo, Bandar Sribhawono, Lampung Timur. | Foto: Puput Octaviani/Lampung Geh
Kegiatan Temu Rakyat Sumatera di Desa Sripendowo, Bandar Sribhawono, Lampung Timur. | Foto: Puput Octaviani/Lampung Geh

Lampung Geh, Lampung Timur - Koordinator Temu Rakyat Sumatera di Desa Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur menyebut ada enam kasus yang menjadi sorotan utama. Kegiatan Temu Rakyat Sumatera ini dilaksanakan 6-8 September 2025, dengan mengusung tema Bangun Persatuan Gerakan Rakyat Lawan Perampasan Ruang Hidup". Kegiatan ini dimulai dengan diskusi panel dan Focus Group Discussion (FDG). Dalam sesi ini para peserta akan memaparkan pol perampasan, menganalisis akar permasalahan, dan menyusun rencana apa tindak lanjut ke depan. Kemudian, di akhir kegiatan para peserta akan mendeklarasikan Manifesto Rakyat Sumatera yang di dalam nya berisikan kesepakatan bersama guna melawan perampasan ruang hidup. Adanya kegiatan ini merupakan bentuk respon dari meningkatnya aktivitas perampasan ruang hidup baik oleh negara ataupun swasta. Kegiatan ini juga sebagai forum konsolidasi masyarakat dalam melawan perampasan ruang hidup. Sumaindra Jarwadi selaku Koordinator Temu Rakyat Sumatera, menyampaikan para peserta dari berbagai daerah sudah mulai datang ke lokasi dann selama tiga hari ke depan para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan seminar dan diskusi membahas isu terkait perampasan ruang hidup yang semakin menguat di beberapa tahun terakhir dan menjadi ancaman. "Kasus perampasan ruang hidup kerap diikuti pola kekerasan dan kriminalisasi terhadap pembelajaran hak asasi manusia," ujarnya. Sumaindra juga menyampaikan ada enam sektor yang menjadi sorotan, diantaranya perkebunan, pertambangan, infrastruktur, Proyek Strategis Nasional (PSN), Pesisir dan Pulau kecil, energi serta kawasan hutan. "Sejumlah kasus yang mencuat seperti konflik di Rempang, Keppa, Malangsari, dan Kotabaru," jelas Sumaindra. Ia juga menambahkan Temu Rakyat Sumatera ini bukan hanya sekedar forum diskusi melainkan wadah untuk menyusun strategi. "Kamu ingin Temu Rakyat Sumatera menjadi tonggak lahirnya politik alternatif rakyat sebagai jawaban atas kebijakan hari ini yang cenderung menindas," pungkasnya. (Put/Ansa)

Media files:
01k4ethmam393fxx0c8cgfr8j2.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar