Ilustrasi melepas tag bagasi dari koper Foto: Shutter Stock
Agar kopermu tidak tersasar atau hilang, travelerbiasanya akan menaruh tag bagasi tambahan yang berisi data atau informasi pribadi. Tag bagasi tersebut biasanya dipasang di koper atau barang bawaan yang kamu bawa.
Meski demikian, pakar perjalanan Scandinavia Private Tours, Silvena Nonev, mengatakan ada salah satu kesalahan yang sering dilakukan traveler ketika memasang tag bagasi, yaitu dengan membiarkan tag bagasi yang berisi identitas terbuka.
Ia pun menekankan agar wisatawan selalu membalik kartu informasi pada tag koper, sehingga data pribadi tidak terlihat jelas oleh orang asing.
Ilustrasi tag bagasi di koper Foto: Shutter Stock
"Saya melihat banyak sekali traveler yang membiarkan nama, nomor telepon, bahkan alamat rumah mereka terbuka untuk siapa saja. Itu sama saja dengan mengundang orang asing masuk ke kehidupan pribadi Anda," ujarnya kepada Huff Post seperti dilansir travel.nine.com.au.
Menurutnya, membiarkan informasi pribadi terpampang di bandara dapat meningkatkan risiko penipuan identitas, pelecehan, hingga kejahatan lain. Terlebih, keberadaan seseorang di bandara sering kali menandakan rumah mereka sedang kosong.
Ilustrasi koper bagasi dengan tag nama. Foto: Shutterstock
Meski kartu informasi dibalik, maskapai dan staf keamanan tetap dapat melihat data bila diperlukan.
"Butuh waktu dua detik untuk membalikkan tag, tapi bisa menyelamatkan Anda dari masalah besar di kemudian hari," ujar Silvena.
Jangan Biarkan Identitas Pribadi Terekspos
Tips keamanan ini juga ramai diperbincangkan di media sosial. Seorang pramugari bahkan mengaku selalu menyembunyikan data pribadinya, sementara pengguna lain menyarankan menggunakan email khusus sebagai kontak, bukan alamat rumah.
Bahkan seorang petugas bagasi menyarankan penumpang menaruh catatan berisi kode reservasi penerbangan di dalam koper. Jika tag hilang, staf bandara masih dapat mengidentifikasi bagasi tersebut.
Ilustrasi koper di bandara. Foto: Prostock-studio/Shutterstock
Selain soal tag koper, Silvena juga mengingatkan agar wisatawan berhati-hati dalam berbagi informasi di media sosial. Membagikan momen liburan secara real time justru memberi tahu dunia bahwa rumahmu kosong.
Hal ini sejalan dengan saran pakar keamanan siber Tyler McGee dari McAfee, yang menyebut lebih aman membagikan cerita perjalanan setelah kembali ke rumah.
"Berbagi lokasi secara langsung dapat menjadikan Anda target pencuri dan penjahat siber," jelasnya.
Bagi wisatawan, menjaga keamanan tidak hanya soal koper yang terkunci rapat, tetapi juga bagaimana melindungi identitas dan privasi di era digital.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar