Search This Blog

Saat Soundtrack Interstellar dan Oppenheimer ‘Menari’ di Atas Panggung Balet

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Saat Soundtrack Interstellar dan Oppenheimer 'Menari' di Atas Panggung Balet
Sep 13th 2025, 10:31 by kumparanTRAVEL

Dua balerina menarik diiringi soundtrack film-film ternama di Jakarta Concert Hall. Foto: Reza Aditya Ramadhan/kumparan
Dua balerina menarik diiringi soundtrack film-film ternama di Jakarta Concert Hall. Foto: Reza Aditya Ramadhan/kumparan

Sayatan biola ​​Rumah Orkestra Jogja melantunkan Air on the G String karya Johann Sebastian Bach menggema di tiap-tiap sudut Jakarta Concert Hall, Sabtu dua pekan lalu. Tirai merah yang menutupi panggung megah itu terbuka.

Dari sudut kiri panggung, perlahan muncul balerina, Anastasiia Konstantinova dan balerino Vyacheslav Gnedchik. Keduanya berpegangan erat mengambil posisi tendu. Tendu merupakan istilah dalam tarian balet yang artinya kaki menyentuh lantai dengan posisi lurus.

Dua balerina menari diiringi lagu Johann Sebastian Bach Air on the G String di Jakarta Concert Hall. Foto: Reza Aditya Ramadhan/kumparan
Dua balerina menari diiringi lagu Johann Sebastian Bach Air on the G String di Jakarta Concert Hall. Foto: Reza Aditya Ramadhan/kumparan

Anastasiia dan Vyacheslav kemudian berjalan perlahan ke tengah panggung. Di situ, mereka menari mengikuti tempo dan ritme Air on the G String yang sangat syahdu dibawakan oleh Rumah Orkestra Jogja.

Ya! Itulah pembuka dari pagelaran Ballet Soundtrack Show yang digelar oleh Freed Ballet pada Sabtu, 30 Agustus 2025 di Jakarta Concert Hall, Jakarta Pusat. Air on the G String karya Bach merupakan pembuka pagelaran itu.

Pagelaran terdiri dari dua babak. Di babak pertama, selain Bach, para penampil membawakan lagu-lagu dari original soundtrack (OST) karya Hans Zimmer di film-film beken. Lagu-lagu Hans Zimmer dalam film Pirates of the Caribbean, Dune, Interstellar, The Last Samurai, dibawakan apik dengan sentuhan dawai Rumah Orkestra Jogja yang mengiringi para balerina ternama pirouette di atas panggung.

Riuh tepuk tangan penonton yang memadati Jakarta Concert Hall bertalu-talu saat giliran lagu Hans Zimmer di Interstellar dimainkan di panggung. Lampu perlahan redup. Cahaya layar di atas panggung berubah bak bintang-bintang di angkasa. Kerlap kerlip bersama dengan sabuk-sabuk asteroid yang berputar.

Dua balerina yang menarik diiringi OST Interstellar di Jakarta Concert Hall. Foto: Reza Aditya Ramadhan/kumparan
Dua balerina yang menarik diiringi OST Interstellar di Jakarta Concert Hall. Foto: Reza Aditya Ramadhan/kumparan

Para pemain orkestra pun menyalakan senter kecil di atas panggung. Membuat seolah panggung terlihat berada di luar angkasa. Denting piano dari lagu yang memiliki judul aslinya Cornfield Chase itu bersautan dengan instrumen yang membuat harmoni nada terdengar menggugah emosi.

Lagi-lagi, balerina Anastasiia Konstantinova dan balerino Vyacheslav Gnedchik menunjukkan kegemulaian menarinya dengan sangat elegan. Kostum putih yang mereka gunakan, menambah visualisasi benderang seperti bintang antar-galaksi.

Momen pemain orkestra menyalakan senter ketika membawakan lagu OST Interstellar di Jakarta Concert Hall saat pertunjukan balet soundtrack show.  Foto: Reza Aditya Ramadhan/kumparan
Momen pemain orkestra menyalakan senter ketika membawakan lagu OST Interstellar di Jakarta Concert Hall saat pertunjukan balet soundtrack show. Foto: Reza Aditya Ramadhan/kumparan

Keduanya berpose adagio. Tempo musik mulai meningkat, Anastasiia dan Vyacheslav memberikan penampilan paripurna pas de deux. Gemuruh tepuk tangan penonton yang memadati Jakarta Concert Hall malam itu tak terbendung saat Anastasiaa cambré derrière atau melenturkan tubuhnya ke bagian belakang hip lift oleh Vyacheslav.

Di babak kedua, tarian berlanjut dengan membawakan sejumlah OST dari film-film seperti Oppenheimer (karya Ludwig Göransson); Kung Fu Panda (karya Hans Zimmer/John Powell; Avatar (karya James Horner); Gladiator (Hans Zimmer); dan pementasan ditutup kembali oleh lagu karya dari Johann Sebastian Bach Air on the G String.

Di babak kedua ini yang tak kalah menarik adalah kala penampil merepresentasikan karya Ludwig Göransson di film Oppenheimer.

Penampilan dibuka oleh tarian solo balerino Vyacheslav Gnedchik. Seluruh panggung menjadi 'medan pertempuran' Vyacheslav untuk tour en l'air hingga saut de basque atau lompatan di udara. Disusul kemudian muncul Anastasiia Konstantinova bergaun merah yang menyambut tarian Vyacheslav.

Penampilan balet soundtrack show saat membawakan Ost Oppenheimer karya Hans Zimmer di Jakarta Concert Hall. Foto: Reza Aditya Ramadhan/kumparan
Penampilan balet soundtrack show saat membawakan Ost Oppenheimer karya Hans Zimmer di Jakarta Concert Hall. Foto: Reza Aditya Ramadhan/kumparan

Di pertengahan tarian, muncul angka hitung mundur di layar. Mirip adegan saat Oppenheimer dan timnya menyaksikan uji coba Trinity bom atom pertama di New Mexico, ketika mereka menghitung mundur detik-detik sebelum ledakan dahsyat itu terjadi. Di pengujung lakon itu, muncul balerina Liudmila Khitrova mengenakan gaun putih sebagai penutup dari tarian Oppenheimer yang dibawakan.

Suasana pagelaran balet soundtrack show di Jakarta Concert. Foto: Reza Aditya Ramadhan/kumparan
Suasana pagelaran balet soundtrack show di Jakarta Concert. Foto: Reza Aditya Ramadhan/kumparan

Total ada 10 tarian yang dibawakan oleh empat penari balet internasional. Mereka adalah Liudmila Khitrova, artis balet dari Belarusia; Ivan Kamyshov, penari utama di Bolshoi Teater Belarusia; Anastasiia Konstantinova, solois dari Balet Nasional Hungaria; dan Vyacheslav Gnedchik, balerino Hungaria.

Media files:
01k50hpew1xawf1aw1ne3c3fy9.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar