Bus Transjakarta beroperasi di halte Jaga Jakarta di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengatakan pihaknya ikut mengajak kalangan ojek online (ojol) hingga pelajar untuk membenahi halte-halte yang sempat dirusak saat demo ricuh pada akhir Agustus 2025 lalu.
"Karena kebetulan Pak Gubernur tahu saya sopir oplet, saya ajak ojol, Jaga Jakarta kite ngecat halte-halte, anak-anak SMK, anak-anak STM, semua kita ajak," kata Rano di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (28/9).
Rano menyebut, Pemprov Jakarta memang langsung melakukan revitalisasi terhadap sejumlah halte-halte yang sempat dirusak.
Dari sana, lanjutnya, seruan Jaga Jakarta juga terus digaungkan kepada masyarakat untuk mencegah hal serupa kembali terulang.
Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno, membuka acara Jaga Jakarta Penuh Warna 2025 di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (28/9/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
"Kalau kita mengikuti, hitung dari apa yang pernah terjadi hari itu juga, dua hari kemudian halte di Jakarta kita benahi. Kita perbaiki, kemudian kita libatkan masyarakat untuk menjaga," tutur dia.
"Itulah mengapa Pak Gub melahirkan satu tagline jaga jakarta. Jadi sebetulnya yang menemukan jaga Jakarta itu Pak Gubernur," lanjut Rano.
Sebelumnya, TransJakarta mengungkap total ada 22 halte TransJakarta yang rusak dalam demo akhir Agustus lalu.
Aktivitas di halte bus Transjakarta Jaga Jakarta di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar