Kenapa Hamil Muda Sering Sakit Perut? Foto: Shutterstock
Hamil muda sering sakit perut jadi salah satu keluhan umum yang dialami banyak wanita. Rasa keram atau nyeri di perut pada trimester awal biasanya merupakan bagian dari proses adaptasi tubuh terhadap kehamilan. Meski umumnya tidak berbahaya, penting bagi ibu hamil untuk memahami penyebabnya serta mengetahui kapan kondisi tersebut membutuhkan perhatian medis lebih lanjut.
Menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS UK), sakit perut yang menghilang setelah berpindah posisi, istirahat, buang air besar, atau buang angin umumnya bukan pertanda kondisi serius. Tapi jika nyeri terus berlanjut, makin parah, atau disertai gejala lain, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Penyebab Sakit Perut saat Hamil Mudah
Sakit perut yang tergolong ringan dan tidak membahayakan biasanya disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
1. Sembelit
Ilustrasi wanita sembelit (cover) Foto: Shutter Stock
Perubahan hormon, kurangnya asupan serat, minimnya aktivitas fisik, serta konsumsi zat besi bisa menyebabkan sembelit pada ibu hamil. Gejalanya bisa meliputi perut terasa kembung, nyeri, hingga tubuh terasa lemas.
Untuk mencegah sembelit, perbanyak konsumsi serat setiap hari dan pastikan kebutuhan cairan terpenuhi. Mengutip Academy of Nutrition and Dietetics, ibu hamil memerlukan asupan air putih yang lebih banyak dibandingkan orang dewasa pada umumnya, yaitu sekitar 1,5 hingga 3 liter per hari. Jika kondisi ini tetap berlanjut, dokter mungkin akan menyarankan penggunaan pelunak feses yang aman bagi ibu hamil.
2. Nyeri Ligamen
ibu hamil trimester pertama Foto: Shuttertock
Seiring pertumbuhan janin, ligamen yang menyangga rahim ikut meregang. Hal ini dapat menimbulkan rasa seperti keram tajam, terutama di salah satu sisi perut bagian bawah.
Untuk meredakan nyeri yang Anda alami, lakukanlah dengan lebih hati-hati saat hendak duduk atau berbaring karena hal ini dapat membantu mengurangi sakit akibat ligamen. Kemudian, setiap kali Anda merasa ingin bersin atau batuk, coba tekuk pinggul terlebih dahulu. Selain itu, rutin melakukan olahraga ringan setiap hari juga efektif untuk mengurangi nyeri ligamen.
3. Gas dalam Perut
Menurut obgyn lulusan University of California, AS, dr. Nivedita Kaul, menyebut ibu hamil merasakan lebih banyak gas di dalam perutnya karena peningkatan jumlah kadar hormon progesteron. Rasa sakit dapat muncul di satu titik saja atau berpindah ke titik-titik lain di perut.
Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan di dokter. Foto: Shutterstock
Hormon progesteron bekerja dengan melemaskan otot-otot tubuh, termasuk otot saluran cerna, sehingga proses pencernaan menjadi lebih lambat. Akibatnya, makanan bertahan lebih lama di usus besar dan menghasilkan lebih banyak gas. Seiring dengan membesarnya perut, tekanan pada rahim juga bertambah, yang turut memperlambat proses pencernaan dan menyebabkan penumpukan gas.
Untuk mengurangi ketidaknyamanan ini, cobalah makan dalam porsi kecil namun sering, serta perbanyak konsumsi air putih, Moms. Olahraga ringan secara rutin juga bisa membantu memperlancar pencernaan dan meredakan keram perut selama masa awal kehamilan. Selain itu, hindari juga makanan pemicu gas seperti makanan berminyak, kacang-kacangan, kol, dan minuman bersoda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar