Ilustrasi traveler bahagia yang traveling dengan smartphone. Foto: Tom Wang/Shutterstock
Usai traveling, sebagian traveler mungkin akan langsung melepas tag bagasi setelah mengambil koper mereka di area klaim bagasi bandara. Salah satu alasan adalah agar tidak ada lagi benda tak terpakai yang menempel di koper, dan bisa mengganggu estetika.
Meski demikian, buru-buru melepas tag bagasi usai traveling, bahkan saat masih berada di bandara, ternyata tidak dianjurkan oleh pakar perjalanan. Selain demi keamanan, hal ini bisa menimbulkan masalah serius, termasuk pencurian identitas dan penipuan klaim bagasi.
Ilustrasi tag bagasi di koper Foto: Shutter Stock
Dilansir Reader Digest, tag bagasi bukan sekadar kertas tempelan. Di dalamnya terdapat banyak data penting, mulai dari nama penumpang, detail penerbangan, kode bandara, hingga Passenger Name Record (PNR) yang terhubung langsung dengan sistem maskapai.
Bahkan barcode atau QR Code pada tag bagasi dapat dibaca dengan bermodalkan smartphone untuk mengakses riwayat perjalanan, akun frequent flyer, hingga informasi pribadi lainnya.
Jika jatuh ke tangan yang salah, data ini bisa disalahgunakan. Misalnya, untuk mengajukan klaim bagasi palsu, meretas akun maskapai, hingga menyalahgunakan jadwal perjalanan untuk merencanakan pencurian di rumah saat kamu bepergian.
Modus Baru di Area Klaim Bagasi
Ilustrasi koper di konveyor bagasi. Foto: Shutterstock
Seorang manajer klaim Delta Airlines yang menulis secara anonim di forum Reddit,menyebutkan bahwa ada oknum yang mengincar penumpang di area klaim bagasi.
Begitu penumpang melepas tag dan membuangnya sembarangan, mereka memungutnya untuk mengakses informasi rahasia.
"Kami melihat peningkatan klaim palsu yang mempersulit proses ganti rugi bagi penumpang asli," ujarnya.
Bukan hanya tag bagasi yang menempel pada koper, stiker kecil bukti bagasi yang ditempel di boarding pass atau paspor juga rawan. Meski ukurannya kecil, informasinya sama detail dan bisa dipakai pelaku untuk mengakses akun perjalanan.
Data Penting Traveler Bisa Disalahgunakan
Ilustrasi tag bagasi di koper Foto: Shutter Stock
Dengan nomor bagasi unik, penipu bisa masuk ke akun frequent flyer kamu, mengakses metode pembayaran tersimpan, hingga mengalihkan poin loyalitas. Lebih berbahaya lagi, mereka bisa menyamar sebagai pemilik boarding pass untuk mengubah rute penerbangan, atau bahkan melakukan refund (pengembalian dana) tiket penerbangan.
Selain itu, kombinasi alamat rumah dan tanggal perjalanan yang tercantum di sistem bisa dijadikan celah untuk tindak kriminal, seperti pencurian saat rumah kosong.
Cara Aman Membuang Tag Bagasi
Ilustrasi packing dengan koper. Foto: Shutter Stock
Pakar perjalanan menyarankan agar penumpang tidak membuang tag bagasi di bandara. Simpan hingga tiba di rumah, lalu hancurkan atau gunting sebelum dibuang.
Beberapa bandara, seperti di Jepang, bahkan sudah menyiapkan tempat khusus pembuangan tag bagasi yang aman, sekaligus mendukung program daur ulang.
Selain itu, pastikan informasi pribadi pada luggage tag tambahan (seperti nama dan nomor telepon), tidak ditampilkan terlalu terbuka.
"Banyak orang masih menempelkan alamat lengkap di koper mereka, ini sangat berisiko," kata pramugari, sekaligus konten kreator perjalanan, Ally Case.
Sebelum terburu-buru merobek tag bagasimu di bandara, ingatlah untuk menyimpannya terlebih dahulu, lalu buang dengan cara yang benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar