Seorang perempuan sedang menggunakan ponselnya saat menggunakan portal pemerintah Albania "E - Albania", yang kini dibantu oleh avatar menteri kabinet kecerdasan buatan pemerintah "Diella", di Tirana, Albania, Jumat 912/9/2025). Foto: Adnan Beci/AFP
Perdana Menteri Albania Edi Rama menunjuk Artificial Intelligence (AI) sebagai menteri. Dia bernama Diella, memiliki penampilan virtual seorang perempuan.
"Diella adalah anggota kabinet pertama yang tidak hadir secara fisik, tapi ia diciptakan oleh AI," kata Rama, saat mengumumkan kabinet barunya, dilansir reuters, Minggu (14/9).
Diella dapat ditemui saat kita mengunjungi situs e-albania.al. Asisten virtual berbasis AI itu muncul secara pop up dan mengucapkan selamat datang di situs tersebut.
Dalam situs itu, Diella memberikan pesan untuk melayani pertanyaan setiap pengunjung situs. Diella akan menjawab pertanyaan tersebut seperti chat bot.
Diella ditampilkan dalam wujud perempuan yang mengenakan pakaian khas Albania.
Diella diluncurkan tahun ini, sebagai asisten virtual berbasis AI di platform e-Albania. Platform ini membantu bisnis masyarakat, terutama dalam mengurus dokumen-dokumen negara.
Diella akan memberi asistensi lewat suara, hingga memberi cap dan stempel elektronik, untuk mempersingkat keterlambatan birokratik.
Kesepakatan kontrak sejak lama jadi sumber korupsi di Albania. Sejumlah pengamat bahkan menyebut, banyak kelompok-kelompok tertentu yang menggunakan kesempatan ini untuk mencuci uang mereka dari hasil perdagangan obat-obatan hingga senjata di seluruh dunia.
Stigma tentang buruknya Albania itu bisa jadi ganjalan negara ini bergabung ke Uni Eropa, yang ditargetkan Rama akan tercapai pada 2030. Kehadiran Diella menjadi harapan Rama untuk mewujudkan rencananya tersebut.
"Ia akan membuat Albania, sebuah negara yang tendernya 100 persen bebas korupsi," ucap Rama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar