Ilustrasi Turis Asing di Bali. Foto: Shutter Stock
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengimbau turis yang ingin berkunjung ke Bali, untuk rutin mengecek laporan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini untuk mengantisipasi banjir yang melanda Bali sejak Selasa (9/9).
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, mengatakan bahwa turis yang akan berlibur untuk selalu mengutamakan keselamatan dan menjaga Kesehatan.
"Membawa payung atau jas hujan selama beraktivitas di luar ruangan, serta selalu memperbarui informasi dan imbauan perkiraan cuaca yang bersumber dari pengelola wisata atau BMKG," ujar Hariyanto, seperti dikutip dari Antara.
Petugas mengevakuasi wisatawan mancanegara yang terjebak banjir di kawasan Kuta, Badung, Bali, Rabu (10/9/2025). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
Lebih lanjut, Hariyanto juga meminta turis untuk waspada dengan curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini. Para turis diharapkan juga selektif dalam memilih objek wisata yang ingin dikunjungi.
"Turis juga diharapkan aktif mencari informasi mengenai wilayah rawan bencana, agar terdapat alternatif tempat wisata lain, selain lokasi wisata yang berpotensi terjadi bencana," katanya.
Tak hanya itu, turis yang berlibur juga dianjurkan untuk menyiapkan perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan saat musim hujan, serta menjaga daya tahan tubuh.
Petugas mengevakuasi wisatawan mancanegara yang terjebak banjir di kawasan Kuta, Badung, Bali, Rabu (10/9/2025). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
"Diharapkan obat-obatan yang diperlukan selalu dibawa, mengingat aktivitas berwisata membutuhkan stamina yang prima dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang kerap menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang tinggi," tutur Hariyanto.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk melakukan upaya pencegahan banjir, seperti memangkas daun dan ranting, terutama untuk pohon-pohon besar. Masyarakat juga diimbau untuk tidak buang sampah sembarangan, dan menjaga kebersihan lingkungan.
"Kementerian Pariwisata mendorong semua pihak terkait bahu-membahu untuk melakukan mitigasi, serta perbaikan fasilitas an infrastruktur yang terdampak banjir di sejumlah daerah, agar pariwisata Bali segera normal Kembali," pungkas Hariyanto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar