Search This Blog

Ketua MPR: Dialog dan Diplomasi Cara Terbaik Selesaikan Konflik Thailand-Kamboja

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ketua MPR: Dialog dan Diplomasi Cara Terbaik Selesaikan Konflik Thailand-Kamboja
Aug 15th 2025, 09:51 by kumparanNEWS

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan paparan saat Sidang Tahunan MPR/DPR 2025 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Youtube/TV Parlemen
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan paparan saat Sidang Tahunan MPR/DPR 2025 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Youtube/TV Parlemen

Ketua MPR Ahmad Muzani menyinggung konflik bersenjata Thailand-Kamboja yang pecah pada Juli lalu. Dia mengatakan, konflik itu harus diselesaikan dengan cara dialog.

Hal tersebut disampaikan Muzani saat membuka Sidang Tahunan MPR 2025 pada Jumat (15/8). Muzani mengatakan, pengaruh Indonesia di ASEAN harus dipakai untuk menciptakan perdamaian di Asia Tenggara.

Suasana Sidang Tahunan MPR/DPR 2025 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Youtube/TV Parlemen
Suasana Sidang Tahunan MPR/DPR 2025 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Youtube/TV Parlemen

"Sebagai negara yang berpengaruh di ASEAN, kita dorong kawasan ini jadi kawasan damai dan menghormati kedaulatan bangsa," kata Muzani.

"Kita yakin dialog dan diplomasi adalah cara terbaik untuk membina hubungan di ASEAN termasuk menyelesaikan konflik Kamboja dan Thailand," ucap Muzani.

PM Malaysia Anwar Ibrahim didampingi PM Kamboja Hun Manet dan Plt PM Thailand Phumtham Wechayachai memberikan keterangan pers usai perundingan mediasi konflik perbatasan Thailand-Kamboja, di Putrajaya, Malaysia, Senin (28/7/2025). Foto: MOHD RASFAN/Pool via REUTERS
PM Malaysia Anwar Ibrahim didampingi PM Kamboja Hun Manet dan Plt PM Thailand Phumtham Wechayachai memberikan keterangan pers usai perundingan mediasi konflik perbatasan Thailand-Kamboja, di Putrajaya, Malaysia, Senin (28/7/2025). Foto: MOHD RASFAN/Pool via REUTERS

Sebenarnya, Kamboja-Thailand sudah menyepakati gencatan senjata lewat pertemuan di Malaysia pada 28 Juli 2025 lalu. Akan tetapi ketegangan masih terjadi di perbatasan dua negara.

Bahkan Thailand menyebut beberapa tentaranya terkena ranjau darat saat patroli di perbatasan usai gencatan senjata.

Adapun konflik Kamboja dan Thailand menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kedua belah pihak.

Dari pihak Kamboja sebanyak 18 tentara dan 8 warga sipil kehilangan nyawa. Sementara di sisi Thailand 15 tentara dan 14 warga sipil dilaporkan terbunuh.

Media files:
01k2ns39v9qdy50mm1ep52870b.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar