Search This Blog

Jangan Pakai Pakaian Ini Saat Penerbangan Jarak Jauh, Ini Kata Mantan Pramugari

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Jangan Pakai Pakaian Ini Saat Penerbangan Jarak Jauh, Ini Kata Mantan Pramugari
Aug 11th 2025, 09:00 by kumparanTRAVEL

Ilustrasi pramugari jet pribadi. Foto: LightField Studios/Shutterstock
Ilustrasi pramugari jet pribadi. Foto: LightField Studios/Shutterstock

Seorang mantan pramugari maskapai penerbangan Emirates membagikan tips penting, agar tetap nyaman selama penerbangan jarak jauh. Salah satunya adalah dengan menghindari pakaian yang bisa bikin traveler enggak nyaman.

Dilansir Mirror, mantan pramugari bernama Iryna yang juga pemilik akun YouTube Jetstream Ginger, dan telah mengudara lebih dari 550 kali itu tahu betul mana pakaian yang sebaiknya dihindari traveler.

Dalam salah satu videonya, Iryna menjelaskan pentingnya memilih pakaian yang tepat saat terbang.

"Pakaian nyaman adalah seragam penerbanganmu," katanya.

Ilustrasi penumpang tidur di pesawat. Foto: Worawee Meepian/Shutterstock
Ilustrasi penumpang tidur di pesawat. Foto: Worawee Meepian/Shutterstock

Ia kemudian menjelaskan mengapa mengenakan gaun, khususnya gaun mini seperti yang ia kenakan dalam videonya, bukan pilihan bijak untuk penerbangan jarak jauh.

"Gaun seperti ini tidak ideal untuk penerbangan jarak jauh, karena saya kemungkinan besar akan merasa kedinginan," ujar Iryna.

Namun, alasan terbesarnya bukan hanya suhu. Iryna menambahkan bahwa duduk terlalu lama di pesawat bisa menyebabkan pembengkakan atau perut kembung, terutama pada kaki.

"Sirkulasi darah tidak berjalan baik di bagian tubuh ini saat duduk terlalu lama. Jadi, kamu perlu mengenakan pakaian yang tidak terlalu ketat dan sangat nyaman," jelasnya.

Pilih Pakaian yang Longgar

Ilustrasi penumpang tepuk tangan di pesawat. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock
Ilustrasi penumpang tepuk tangan di pesawat. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock

Iryna menyarankan pakaian olahraga, kaus longgar, serta jaket atau lapisan pakaian tambahan, agar mudah menyesuaikan diri dengan suhu kabin, yang biasanya dingin.

"Suhu di dalam pesawat umumnya antara 22-24 derajat Celsius. Kalau terlalu panas, penumpang bisa merasa tidak enak badan, bahkan pingsan," jelasnya.

Hal senada diungkapkan Jay Robert, seorang awak kabin internasional dan kreator komunitas A Fly Guy's Cabin Crew Lounge. Dalam wawancaranya dengan UniLad Tech pada 2024, Jay mengatakan bahwa suhu kabin pesawat biasanya dikendalikan oleh pilot, bukan pramugari.

Jay menyebut bahwa suhu di atas 24°C bisa meningkatkan risiko penumpang pingsan, karena udara kabin yang kering dan bertekanan bisa menyebabkan dehidrasi dan pusing. Selain itu, suhu panas juga bisa mempercepat munculnya bau tak sedap di dalam kabin.

"Udara yang lebih dingin membantu menetralisir efek lingkungan kabin dan menjaga aroma tetap segar," katanya.

Media files:
01gzjx9mf23xmf8t6ax4re3bd0.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts