Search This Blog

BI Targetkan UMKM Tembus Pasar Global, Didukung Sistem Pembayaran QRIS-BI Fast

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
BI Targetkan UMKM Tembus Pasar Global, Didukung Sistem Pembayaran QRIS-BI Fast
Aug 10th 2025, 13:43 by kumparanBISNIS

Deputi Gubernur BI, Aida S Budiman dalam acara Karya Kreatif Indonesia di JCC Senayan, Minggu (10/8/2025). Foto: Bank Indonesia
Deputi Gubernur BI, Aida S Budiman dalam acara Karya Kreatif Indonesia di JCC Senayan, Minggu (10/8/2025). Foto: Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk membawa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar internasional melalui strategi kolaborasi dan kreativitas yang disebut Kalala Mareda. Filosofi ini diyakini mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus memperluas akses mereka ke rantai pasok global.

Deputi Gubernur BI, Aida S Budiman, mengatakan bahwa perdagangan internasional kini penuh dinamika, termasuk kebijakan dari negara besar seperti Amerika Serikat. Namun, peluang bagi UMKM untuk menjadi eksportir global tetap terbuka lebar.

"Pagi hari ini secara khusus kita ingin membuat UMKM naik kelas untuk menjadi eksportir dunia, itu yang kita akan upayakan," ujar Aida dalam penutupan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025, Minggu (10/8).

Menurut Aida, peran UMKM sangat vital dalam perekonomian nasional. Sektor ini menyumbang 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia, menampung 97 persen tenaga kerja, dan mencakup lebih dari 99 persen unit usaha. Selain itu, UMKM memiliki karakter inklusif dengan partisipasi besar kaum perempuan.

"Kaum wanita itu seperti kata Pak Gubernur Bank Indonesia bilang adalah tiang keluarga. Jadi juga menjadi tiang negara," tambahnya.

BI mencatat, ekspor nonmigas yang berasal dari UMKM telah mencapai hampir 16 persen. Dari UMKM binaan BI, sekitar 17 persen telah menembus pasar ekspor ke tiga benua utama Asia, Eropa, dan Amerika, dengan produk yang beragam mulai dari ikan, kopi, makanan dan minuman olahan, buah, kerajinan, hingga tekstil dan produk tekstil (TPT).

Meski demikian, Aida mengakui tantangan masih ada, seperti keterbatasan keahlian, akses pasar, dan kapasitas produksi. Untuk itu, BI mendorong model bisnis berbasis korporatisasi, peningkatan kapasitas, pembiayaan, dan digitalisasi. Teknologi pembayaran seperti QRIS dan BI Fast diharapkan mempermudah transaksi lintas negara.

24 jam sehari, 7 hari seminggu lebih setia dari pacar kita. Dengan biayanya pun Rp 2.500 per transaksi," kata Aida sambil berkelakar.

Kalala Mareda juga diwujudkan lewat kolaborasi lintas pihak, mulai dari kementerian, lembaga, asosiasi, hingga pelaku usaha internasional. Salah satu kisah suksesnya adalah Ketiara Coffee di Takengon, Aceh, yang dipimpin oleh Bu Rahma. Koperasi ini beranggotakan lebih dari seribu perempuan dan berhasil menembus pasar global melalui kemitraan dengan Brooklyn Roasting Company, Starbucks, dan sejumlah merek internasional lainnya.

Menurut Aida, strategi Ketiara patut dicontoh karena tidak bersaing langsung, melainkan masuk ke rantai pasok global. Kopi mereka bahkan disebut memiliki kualitas yang semakin baik seiring waktu, layaknya anggur.

"Ketiara ini adalah suatu koperasi yang dibangun oleh seorang ibu namanya Bu Rahma. Akhirnya dia berpikir dia harus ekspor dan itu dia lakukan di tahun 2013," tutur Aida.

BI berharap semangat Kalala Mareda dapat menjadi gerakan bersama untuk menjadikan UMKM Indonesia pemain utama di pasar global. "Semoga kita bisa ke depannya semakin berkala lama reda. Sehingga kita bisa memajukan UMKM," kata Aida.

Media files:
01k296yhhxqzq3q4yxxns7py2d.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts