Ratusan kurir ShopeeFood menggeruduk rumah pelanggan di Pedukuhan Bantulan, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, DIY.
Aksi ini terjadi karena mereka tak terima rekannya dibentak dan diduga dianiaya pelanggan bernama Talbirdha Tsalasiwi Wartyana, yang kopi pesanannya terlambat diantar.
Head of Business Development ShopeeFood Indonesia, Rizkyandi Ramadhan, angkat bicara soal simpang siur waktu keterlambatan. Narasi yang beredar keterlambatan 5 menit. Sementara informasi yang diterima RT setempat keterlambatan sampai berjam-jam.
"Terkait dengan informasi keterlambatan pengiriman pesanan hingga berjam-jam, kami telah melakukan pengecekan dan tercatat pada sistem bahwa keterlambatan waktu adalah maksimal 8 menit," kata Rizkyandi dalam keterangannya, Minggu (6/7).
Keterlambatan 8 menit ini karena kondisi lalu lintas. Menurutnya sistem akan secara otomatis memberikan estimasi waktu pesanan dapat diantarkan sesuai dengan jenis pengiriman yang dipilih oleh pelanggan di aplikasi.
"Estimasi waktu pengiriman dapat berubah tergantung pada kesiapan pihak merchant, ketersediaan mitra pengemudi, kondisi cuaca, kondisi lalu lintas, maupun kondisi lainnya baik yang terduga atau tidak," katanya.
"Jika ada perubahan, sistem secara otomatis memperbarui estimasi waktu yang ditampilkan di aplikasi," jelasnya.
Ketua RT 3 Bantulan, Kalurahan Sidoarum, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Nur Salim, menunjukkan kerusakan CCTV hingga pot di rumah warganya yang digeruduk massa kurir ShopeeFood, Sabtu (5/7). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparanPenampakan mobil polisi yang dirusak massa driver ShopeeFood di Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Sabtu (5/7). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Sayangkan Peristiwa Terjadi
Selain penggerudukan, perusakan juga dilakukan oleh oknum massa kurir. Sebuah mobil patroli polisi rusak berat serta CCTV hingga AC di rumah Takbirdha juga rusak.
"ShopeeFood sangat menyayangkan dan prihatin atas insiden yang menimpa mitra pengemudi kami di Yogyakarta pada 3 Juli 2025 dan juga kejadian yang terjadi setelahnya sebagai dampak dari peristiwa tersebut," katanya.
Pihak ShopeeFood telah berkoordinasi dengan Polresta Sleman untuk memberikan dukungan yang diperlukan selama proses penyelidikan.
"Kami juga memastikan mitra pengemudi yang terdampak mendapatkan penanganan dan pendampingan yang diperlukan," katanya.
"ShopeeFood menentang segala bentuk kekerasan. Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan semua pihak di dalam ekosistem ShopeeFood, baik mitra Pengemudi maupun pelanggan," katanya.
Diminta Tak Terprovokasi
Rizkyandi mengimbau seluruh pihak untuk tidak terprovokasi.
"Menjaga situasi tetap kondusif, dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar