Sejumlah prajurit TNI mengikuti upacara pelepasan kontingen Indonesia untuk mengikuti Bastille Day ke Prancis, Senin (6/7/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Kontingen Indonesia terpilih untuk membuka parade Bastille Day di Paris, Prancis, pada Senin (14/7) besok.
Bastille Day merupakan hari untuk memperingati peristiwa Penyerbuan Bastille pada tahun 1789. Peristiwa ini menandai dimulainya Revolusi Prancis terhadap rezim monarki.
"Setiap tahun, sebuah negara asing diundang untuk berbaris bersama angkatan bersenjata Prancis di Champs-Élysées. Kali ini, Indonesia terpilih untuk membuka parade tersebut, dengan 260 prajurit dari ketiga angkatan bersenjata dan 189 musisi dari drum band "Gabundan"," tulis Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis di akun Instagram resminya, dikutip pada Minggu (13/7).
Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis mengatakan bahwa undangan ini juga menandai 75 tahun hubungan diplomatik antara Paris dan Jakarta.
"Undangan ini juga menggarisbawahi semakin pentingnya Indonesia sebagai mitra tepercaya di Indo-Pasifik, kawasan strategis di mana Prancis menjunjung tinggi visi stabilitas, multilateralisme, dan penghormatan terhadap hukum internasional," katanya.
"Sebuah gestur yang kuat, layak untuk sebuah kemitraan yang dinamis," demikian keterangan Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis.
Sejumlah prajurit TNI mengikuti upacara pelepasan kontingen Indonesia untuk mengikuti Bastille Day ke Prancis, Senin (6/7/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, melepas kontingen Indonesia untuk mengikuti perayaan Bastille Day di Prancis. Upacara pelepasan dilakukan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Minggu (6/7) lalu.
Sjafrie menjelaskan, kontingen Indonesia ini terdiri dari Akademi TNI, Akademi Kepolisian, serta kompi dari TNI AU, TNI AD, dan TNI AL. Total personel yang diberangkatkan jumlahnya sekitar 500 orang.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberangkatkan kontingen Indonesia untuk mengikuti Bastille Day ke Prancis, Senin (6/7/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Dia melanjutkan, keikutsertaan Indonesia dalam perayaan Bastille Day ini merupakan suatu kebanggaan. Pasalnya, tak semua negara bisa mengikutinya.
"Kontingen ini adalah satu-satunya kontingen dari negara sahabat yang diundang oleh Presiden Prancis melalui Presiden Indonesia yang nantinya akan hadir pada saat itu atas nama bangsa Indonesia," ucap dia.
"Ini adalah suatu kebanggaan, dan juga menunjukkan bahwa Tentara Nasional Indonesia Republik Indonesia mendapatkan tempat yang cukup terhormat di Internasional. Terutama di negara-negara yang sedang bangkit untuk memajukan perkembangan teknologinya," lanjutnya.
Prabowo Jadi Tamu Kehormatan
Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berdiri di atas mobil Maung Tangguh saat memeriksa pasukan di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Kamis (29/5/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengundang langsung Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri Bastille Day pada 14 Juli 2025 di Paris, Prancis.
"Saya mengundang Presiden Prabowo untuk hadir pada 14 Juli agar angkatan bersenjata Indonesia bisa parade dengan angkatan bersenjata kami dan bisa jadi tamu kehormatan kami," kata Macron dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5).
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo membenarkan diundang langsung oleh Macron untuk menghadiri acara itu.
"Kemudian juga saya dapat undangan langsung dari beliau, saya diundang sebagai tamu kehormatan dalam hari besar mereka 14 Juli yang mereka sebut Hari Bastille," kata Prabowo.
Prabowo merasa sangat terhormat atas undangan Macron. Selain itu, Prabowo juga menyampaikan Macron turut mengundang kontingen TNI untuk ikut defile dalam peringatan Hari Bastille.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar